BREAKING: Walkot Bandung Farhan Mendadak Dilarikan ke RS, Kondisi Kritis
BANDUNG — Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mendadak kolaps dan dilarikan ke rumah sakit pada Jumat (10/7/2026) pagi. Insiden dramatis itu terjadi saat ia tengah memimpin rapat koordinasi penanganan...
BANDUNG — Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mendadak kolaps dan dilarikan ke rumah sakit pada Jumat (10/7/2026) pagi. Insiden dramatis itu terjadi saat ia tengah memimpin rapat koordinasi penanganan banjir di Balai Kota.
Informasi dihimpun, Farhan tiba-tiba terjatuh dari kursinya sekitar pukul 09.15 WIB. Wajahnya pucat dan keringat dingin mengucur deras. Para staf panik dan segera menghubungi ambulans. Hanya dalam tujuh menit, mobil medis sudah melesat keluar kompleks pemkot menuju RS Santo Yusuf.
Hingga siang ini, tim dokter masih berjuang di ruang gawat darurat. Belum ada pernyataan resmi soal diagnosis. Namun, sumber internal menyebutkan dugaan awal mengarah pada gangguan kardiovaskular akut. Tekanan darah Farhan dilaporkan anjlok drastis hingga 80/60 mmHg.
Kronologi dan Respons Darurat
Saksi mata menuturkan kejadian berlangsung sangat cepat. Farhan mulanya tampak sehat dan bersemangat membahas jalur evakuasi. Ketika menunjuk peta, tiba-tiba tangannya bergetar hebat, lalu tubuhnya ambruk.
“Beliau sempat bilang pusing, tidak sampai lima detik kemudian langsung roboh,” ungkap seorang peserta rapat yang enggan disebut namanya. Ruang sidang langsung disterilisasi. Wali Kota terpilih ini segera digotong dengan tandu darurat karena lift sedang padat.
Polda Metro Jaya mengerahkan kendaraan pengawal untuk membuka jalur VIP demi mempercepat laju ambulans. Sirine meraung-raung di Jalan Merdeka, membuat warga sekitar sempat berspekulasi adanya ancaman keamanan.
Poin Penting
- Waktu: Jumat, 10 Juli 2026, pukul 09.15 WIB
- Lokasi: Ruang rapat utama Balai Kota Bandung
- Kejadian: Walkot Farhan kolaps mendadak saat koordinasi banjir
- Tanda vital awal: Kesadaran menurun, tekanan darah 80/60, keringat dingin
- Dugaan medis: Gangguan jantung akut atau stroke ringan
- Rumah Sakit: RS Santo Yusuf, tim kardiologi siaga penuh
Rekam Jejak Kesehatan
Juru bicara pribadi Walkot, Arman Silaban, mengonfirmasi bahwa Farhan memiliki riwayat hipertensi dan kerap bekerja tanpa istirahat. Dalam tiga bulan terakhir, jam kerjanya kerap tembus 18 jam sehari. Kondisi itu memicu spekulasi bahwa kelelahan kronis memperparah risiko kesehatannya.
“Beliau memang sosok yang total. Kami sudah berulang kali mengingatkan untuk istirahat, tapi selalu ditolak halus,” kata Arman dengan suara bergetar di depan awak media. Pihak keluarga telah tiba di RS dan meminta privasi. Istri Farhan, Nita, tampak menangis dan enggan berkomentar.
Sementara itu, Wakil Wali Kota langsung mengambil alih roda pemerintahan sementara. Siaga darurat kota pun dinyatakan tetap berjalan. Aparat dan relawan banjir dikerahkan tanpa jeda sesuai instruksi terakhir Farhan sebelum pingsan.
Respon Publik dan Politik
Puluhan relawan dan pendukung berkumpul di pelataran RS. Mereka membawa spanduk doa dan menggelar salat gaib. Di media sosial, tagar #PrayForFarhan langsung menggema. Rekan politiknya dari Partai Gerindra menyampaikan dukungan moral.
“Kami percaya beliau kuat. Kota ini butuh pemimpin visioner seperti Kang Farhan,” cuit anggota DPRD Bandung, Rizal Fauzi. Gubernur Jawa Barat juga telah menjadwalkan kunjungan untuk memastikan layanan medis berjalan maksimal.
Hingga berita ini diturunkan, tim dokter belum memberikan pembaruan kondisi. Penjagaan ketat diterapkan di depan ruang ICU. Petugas medis hanya menyampaikan bahwa “stabilisasi masih berlangsung”. Masyarakat diminta menunggu pernyataan resmi dari Pemkot Bandung yang dijadwalkan dalam dua jam ke depan.
Pantauan di lapangan, kendaraan dinas Wali Kota masih terparkir rapi di lobi RS. Kaca belakangnya dipenuhi tetesan air mata seorang staf yang setia mendampingi. Semua mata tertuju pada pintu ICU, berharap keajaiban medis segera datang.
Comments (0)