Nonton Bareng Piala Dunia 2026 Dongkrak Ekonomi UMKM Banyumas

BREAKING — Kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 di Kabupaten Banyumas dipastikan menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Gelara...

Jul 12, 2026 - 10:30
0 0
Nonton Bareng Piala Dunia 2026 Dongkrak Ekonomi UMKM Banyumas

BREAKING — Kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 di Kabupaten Banyumas dipastikan menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Gelaran akbar sepak bola dunia ini menjadi momentum emas untuk menggerakkan roda perekonomian rakyat di tingkat lokal.

Pernyataan Resmi DPR: Nobar Jadi Katalis Ekonomi

Anggota Komisi VII DPR RI, Siti Mukaromah, menegaskan bahwa pemerintah daerah dan masyarakat harus memanfaatkan momen Piala Dunia untuk memperkuat ketahanan ekonomi kerakyatan. Dalam keterangannya, ia menyebut nobar bukan sekadar hiburan, melainkan instrumen strategis yang mampu mendongkrak pendapatan harian pelaku UMKM secara langsung.

"Kegiatan nobar memicu konsumsi massal. Makanan, minuman, atribut suporter, hingga jasa transportasi lokal akan mengalami lonjakan permintaan. Ini adalah peluang yang tidak boleh dilewatkan," ujar Siti Mukaromah. Ia menambahkan, skema nobar terpusat di ruang publik seperti alun-alun, lapangan desa, dan balai warga akan memperluas jangkauan pasar bagi UMKM.

Proyeksi Perputaran Uang: Efek Domino ke Sektor Informal

Berdasarkan pemetaan sementara, satu titik nobar berkapasitas 500 penonton diperkirakan mampu menghasilkan transaksi sebesar Rp25 juta hingga Rp40 juta per malam. Angka ini dihitung dari penjualan langsung kuliner khas Banyumas seperti mendoan, getuk goreng, dan soto Sokaraja yang menjadi incaran penonton. Pedagang kaki lima, warung tenda, dan penyedia jasa parkir diprediksi menjadi pihak yang paling diuntungkan.

Data sementara menunjukkan bahwa sektor makanan dan minuman menyumbang 65 persen dari total transaksi, disusul merchandise olahraga 20 persen, serta transportasi dan akomodasi 15 persen. Pemerintah Kabupaten Banyumas tengah menyiapkan skema pembagian zona ekonomi kreatif di sekitar venue nobar agar distribusi keuntungan merata.

Strategi Pemberdayaan UMKM Lewat Nobar

Siti Mukaromah mendorong dinas terkait untuk segera menerbitkan panduan teknis bagi pelaku UMKM yang ingin terlibat. Pelatihan kemasan produk, sertifikasi halal instan, dan literasi digital untuk pembayaran non-tunai menjadi tiga prioritas utama yang akan digulirkan. "Kita tidak bisa hanya mengandalkan euforia sesaat. Harus ada transformasi kapasitas usaha supaya momentum ini berkelanjutan," tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengusulkan pembentukan konsorsium UMKM Nobar Piala Dunia yang bertugas mengelola pasokan, standar kualitas, dan pemasaran terintegrasi. Dengan sistem ini, pelaku usaha kecil tidak lagi bersaing secara merusak, tetapi justru terhubung dalam rantai pasok yang kuat. Upaya ini juga akan didukung oleh Kementerian Koperasi dan UKM melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus event olahraga.

Antusiasme Warga dan Harapan Ekonomi

Pantauan di lapangan, sejumlah komunitas suporter di Banyumas telah membentuk panitia nobar mandiri. Mereka mulai menjalin kerja sama dengan pemasok bahan baku lokal untuk menyediakan paket nonton hemat. Antusiasme ini mendapat sambutan positif dari DPR karena menunjukkan kesadaran kolektif membangun ekonomi berbasis kegembiraan.

"Jika pola ini berhasil, Banyumas bisa menjadi model nasional bagaimana ajang olahraga global berdampak langsung pada dapur rakyat," kata Siti Mukaromah. Ia optimistis perputaran ekonomi dari sektor UMKM selama Piala Dunia 2026 mampu menembus angka Rp100 miliar di tingkat eks-Karesidenan Banyumas. Angka ini akan menjadi lompatan besar sekaligus bukti bahwa ekonomi kerakyatan adalah tulang punggung yang siap digerakkan oleh momentum apa pun.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User