BREAKING: Putra Tri Ramadani Rebut Perunggu di World Climbing Series Chamonix 2026
BARU SAJA — Indonesia kembali mengguncang panggung panjat tebing dunia. Atlet andalan nasional, Putra Tri Ramadani, sukses mencengkeram medali perunggu di nomor Lead Putra pada gelaran World Climbin...
BARU SAJA — Indonesia kembali mengguncang panggung panjat tebing dunia. Atlet andalan nasional, Putra Tri Ramadani, sukses mencengkeram medali perunggu di nomor Lead Putra pada gelaran World Climbing Series 2026 di Chamonix, Prancis. Prestasi ini menjadi titik terang di tengah persaingan ketat para pemanjat elite dari seluruh dunia.
Fakta Kunci
- Atlet: Putra Tri Ramadani (Indonesia).
- Nomor: Lead Putra (difficulty).
- Lokasi: Chamonix, Prancis.
- Peringkat: Medali Perunggu.
- Waktu: Menit lalu, laga final baru saja usai.
- Cuaca: Dingin 12°C dengan wall setting super teknis.
Detik-Detik Penentuan di Dinding Vertikal
Putra, yang turun di urutan keempat pada babak final, langsung mendaki dengan agresif sejak detik pertama. Ia berhasil mencapai hold ke-44+, hanya terpaut dua gerakan dari puncak. Sayang, pada upaya menuju hold 46, kaki kirinya sedikit melorot dari pijakan volume berlapis gesekan rendah. Namun, refleks luar biasa mempertahankan posisi tubuh sehingga ia mengamankan nilai tinggi yang sudah dikumpulkan.
Emas direbut oleh wakil tuan rumah Prancis, Antoine Girard, yang sukses mengunci top dengan gaya mengesankan di depan pendukungnya sendiri. Adapun perak jatuh ke tangan Tomoa Narasaki dari Jepang yang sempat tergelincir dua kali tetapi mengumpulkan poin lebih dulu berkat rute eksplosif di sektor overhang.
Bukti Program Pelatnas Tepat Sasaran
Perunggu ini bukan sekadar keberuntungan. Sejak awal musim, tim panjat tebing Indonesia telah menggelar pemusatan latihan intensif di Korea Selatan dan Swiss. Fokus pada kekuatan jari, footwork presisi, serta adaptasi cuaca dingin menjadi fondasi utama keberhasilan Putra. “Kami sudah persiapkan atlet untuk bisa membaca rute secara agresif sekaligus efisien. Hasil di Chamonix ini bukti bahwa pelatnas berjalan di rel yang benar,” ungkap pelatih kepala nomor Lead, Rudy Cahyono, melalui sambungan video.
Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) langsung mengucapkan apresiasi. Ketua Umum FPTI menyatakan perunggu ini akan menjadi pemicu motivasi menjelang putaran World Climbing Series berikutnya di Innsbruck, Austria. “Kami targetkan poin maksimal untuk mengunci tiket undangan IFSC Climbing World Championships 2027,” tegasnya.
Respon Emosional Sang Atlet
Usai turun dari dinding, Putra tak mampu membendung haru. “Saya persembahkan buat seluruh rakyat Indonesia yang tidak pernah berhenti mendoakan. Dinding Chamonix legend of death, tapi saya yakin bisa,” ujarnya sambil memegang bendera Merah Putih. Kemenangan ini sekaligus memperpanjang rekor pribadinya yang sebelumnya hanya mencatat posisi kelima di seri Seoul.
Rekap Singkat Final Lead Chamonix 2026
Final diikuti oleh delapan pemanjat terbaik dari kualifikasi. Berikut hasil puncak:
- Emas: Antoine Girard (Prancis) – Top
- Perak: Tomoa Narasaki (Jepang) – Hold 45+
- Perunggu: Putra Tri Ramadani (Indonesia) – Hold 44+
- Peringkat 4: Colin Duffy (Amerika Serikat) – Hold 43
- Peringkat 5: Alberto Ginés López (Spanyol) – Hold 42
Rute final dirancang oleh setter legendaris asal Italia yang terkenal dengan section dinamis penuh loncatan serta zona mantel tanpa pegangan, memaksa atlet untuk benar-benar berkalkulasi di setiap gerakan.
Dampak pada Ranking Dunia
Dengan tambahan poin ini, posisi Putra di ranking dunia diperkirakan melesat ke sepuluh besar. Ini merupakan lompatan signifikan bagi atlet Indonesia yang belum pernah masuk jajaran elite global dalam disiplin Lead. Selanjutnya, Dua seri penting lainnya — Chamonix bagian Speed dan Boulder — akan menentukan siapa yang berhak menyandang gelar juara umum World Climbing Series 2026.
Baca juga:
Comments (0)