BREAKING: Don Ritto dan Febrie Adriansyah Ditahan Polda Metro

JAKARTA — BARU SAJA, Polda Metro Jaya menahan Don Ritto dan Febrie Adriansyah, dua tersangka dalam pusaran dugaan korupsi dan pencucian uang. Penahanan ini dipimpin langsung oleh Kakortas Tipikor Po...

Jul 12, 2026 - 15:27
0 0
BREAKING: Don Ritto dan Febrie Adriansyah Ditahan Polda Metro

JAKARTA — BARU SAJA, Polda Metro Jaya menahan Don Ritto dan Febrie Adriansyah, dua tersangka dalam pusaran dugaan korupsi dan pencucian uang. Penahanan ini dipimpin langsung oleh Kakortas Tipikor Polri Irjen Totok Suharyanto, menandakan keseriusan penanganan perkara. Keduanya langsung dibawa ke ruang tahanan setelah menjalani pemeriksaan maraton selama 12 jam.

Penetapan tersangka ini merupakan pengembangan dari penyelidikan yang telah berlangsung beberapa bulan terakhir. Polisi berhasil mengidentifikasi aliran dana mencurigakan senilai puluhan miliar rupiah yang diduga hasil tindak pidana korupsi. "Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku korupsi, siapapun mereka," tegas Irjen Totok.

Kronologi dan Peran Tersangka

Berdasarkan temuan penyidik, Don Ritto berperan sebagai otak skema korupsi yang merugikan keuangan negara. Sementara itu, Febrie Adriansyah diduga kuat menjadi aktor utama dalam menyamarkan uang haram melalui jaringan bisnis ilegal. Modus pencucian uang dilakukan dengan memecah dana ke puluhan rekening perusahaan fiktif, lalu ditarik kembali secara tunai.

Berikut fakta kunci perkembangan kasus ini:

  • Don Ritto (DR) ditetapkan sebagai tersangka utama korupsi dan TPPU.
  • Febrie Adriansyah (FA) menjadi tersangka pencucian uang dan turut serta dalam korupsi.
  • Keduanya dijerat pasal berlapis dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara.
  • Penyidik menyita aset berupa tanah, kendaraan mewah, dan rekening dengan nilai total diperkirakan lebih dari Rp150 miliar.
  • Penahanan dilakukan di Rutan Polda Metro Jaya selama 20 hari pertama untuk kepentingan penyidikan.

Modus Baru: Pencucian Uang Sistematis

Kasus ini menyita perhatian karena modus yang digunakan tergolong baru dan rapi. Dana hasil korupsi tidak langsung dinikmati, melainkan dicuci melalui investasi bodong dan aset kripto yang sulit dilacak. Polisi bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sejak awal 2026 untuk mengurai transaksi mencurigakan. Pencucian uang ini dijalankan secara berlapis, melibatkan pihak ketiga di luar negeri untuk menyulitkan pelacakan.

"Jejak digital mereka sangat tertutup, namun tim forensik kami berhasil menguaknya," ungkap sumber internal penyidik. Proses ini mengarah pada pengungkapan nama Febrie Adriansyah yang sebelumnya tidak tersentuh.

Respons dan Langkah Berikutnya

Publik menyambut positif penangkapan ini, namun menuntut transparansi penuh. Organisasi antikorupsi mendesak agar penyidikan tidak berhenti pada dua orang saja. Polda Metro Jaya telah memeriksa 15 saksi dan akan menggelar perkara untuk menjerat pihak lain yang terlibat. Kerugian negara masih dalam penghitungan, namun estimasi awal mencapai ratusan miliar rupiah.

Kedua tersangka belum memberikan pernyataan resmi. Kuasa hukum mereka dijadwalkan mengajukan praperadilan, namun polisi yakin alat bukti cukup untuk menahan keduanya. "Proses ini murni penegakan hukum, tidak ada intervensi," tambah Irjen Totok.

Komitmen Polri versus Korupsi

Penahanan Don Ritto dan Febrie Adriansyah menegaskan sikap Polri di bawah kepemimpinan Kapolri yang baru. Fokus pada pemberantasan korupsi diyakini akan terus meningkat, terutama setelah pembentukan satuan tugas khusus. Kasus ini pun menjadi ujian pertama bagi Kakortas Tipikor yang baru dijabat Irjen Totok.

Penyidik memastikan pengembangan kasus akan berjalan cepat. Barang bukti digital terus didalami, dan sejumlah aset lain akan disita dalam waktu dekat. Masyarakat diimbau tidak berspekulasi dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

UPDATE: Hingga berita ini diturunkan, kedua tersangka masih menjalani masa penahanan. Polri berjanji mengumumkan perkembangan terbaru dalam 1x24 jam.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User