FIFA Buka Suara Soal Gol Panas Bellingham yang Hancurkan Norwegia
DUBAI — FIFA akhirnya merilis klarifikasi resmi beberapa menit lalu, menanggapi badai protes atas gol kontroversial Jude Bellingham yang membawa Inggris lolos ke semifinal Piala Dunia 2026 dengan ke...
DUBAI — FIFA akhirnya merilis klarifikasi resmi beberapa menit lalu, menanggapi badai protes atas gol kontroversial Jude Bellingham yang membawa Inggris lolos ke semifinal Piala Dunia 2026 dengan kemenangan dramatis 2-1 atas Norwegia. Penjelasan ini disampaikan langsung melalui pusat media resmi FIFA di Doha, mengakhiri spekulasi liar yang beredar di kalangan penggemar dan analis sepak bola global.
Kronologi Detik-Detik Memanas
Insiden berawal pada menit ke-71 saat Inggris tertinggal 0-1 lewat gol Erling Haaland. Sebuah umpan silang dari Trent Alexander-Arnold menciptakan kemelut di kotak penalti Norwegia. Harry Kane terlibat duel fisik dengan bek Leo Østigård, sementara Bellingham menyambut bola liar dan melepaskan tembakan keras yang merobek gawang Ørjan Nyland.
Seluruh pemain Norwegia langsung mengepung wasit Antonio Mateu Lahoz. Mereka yakin Kane mendorong Østigård menjelang gol tercipta. Namun, sang pengadil tetap mengesahkan gol tanpa merujuk ke tayangan ulang tepi lapangan, setelah berkonsultasi singkat dengan tim Video Assistant Referee (VAR).
Fakta kunci insiden:
- Menit ke-71: Inggris menyamakan skor melalui Bellingham
- Protes keras: Kapten Martin Ødegaard memimpin protes, menyebut insiden sebagai “pelanggaran jelas”
- VAR senyap: Tak ada intervensi dari ruang VAR yang diawaki oleh tim wasit asal Italia
- Gol kemenangan: Bukayo Saka mencetak gol penentu 2-1 pada menit ke-84
Penjelasan Resmi FIFA
Dalam pernyataan tertulis yang dikeluarkan oleh Komite Wasit FIFA, gol Bellingham ditegaskan sah berdasarkan interpretasi Laws of the Game 2025/2026. Berikut poin-poin yang dirinci:
- Benturan wajar: Kontak antara Kane dan Østigård dikategorikan sebagai “kontak bahu-ke-bahu yang berada dalam batas pertarungan fisik normal”, bukan dorongan eksesif atau pelanggaran yang jelas.
- Posisi onside: Teknologi semi-otomatis offside mengonfirmasi Bellingham berada dalam posisi onside saat bola lepas dari kaki Kane.
- Protokol VAR: Tim VAR meninjau semua sudut rekaman dalam 15 detik. Tidak ditemukan “clear and obvious error” sehingga tidak perlu merekomendasikan tinjauan ulang (on-field review) kepada Lahoz.
- Penegasan konsistensi: FIFA merujuk pada keputusan serupa di pertandingan Brasil vs Meksiko di babak 16 besar, di mana benturan serupa tidak diganjal pelanggaran.
Badai Protes dan Dampaknya
Pelatih Norwegia Ståle Solbakken tak bisa menyembunyikan kekecewaan. “Ini bukan soal kalah atau menang, tapi soal integritas. Kami merasa dicurangi di level tertinggi,” ujarnya dalam konferensi pers pasca pertandingan. Sementara itu, kapten Ødegaard menyebut keputusan itu sebagai “kesalahan fatal yang menghancurkan mimpi seluruh bangsa.”
Di sisi lain, Gareth Southgate membela keputusan wasit. “Kami semua lihat tayangan ulang. Ini pertarungan fisik normal. Tim saya pantas menang,” tegas manajer Inggris itu.
Meski demikian, klarifikasi FIFA diperkirakan akan terus menuai perdebatan. Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF) menyatakan akan mengirim surat protes resmi meski mengakui hasil pertandingan tidak dapat diubah. Sementara itu, Inggris kini bersiap menghadapi pemenang laga Brasil versus Portugal di semifinal yang akan digelar di Abu Dhabi akhir pekan ini.
Insiden ini menambah daftar panjang drama VAR di turnamen akbar, dan pemaparan teknis FIFA dinilai sebagian kalangan sebagai langkah langka untuk meredam kegaduhan. “Keputusan sudah final. Inggris terus melaju, Norwegia pulang dengan luka,” tutup pernyataan FIFA.
Baca juga:
Comments (0)