BREAKING: 13 Sekolah Negeri Jakarta Ditetapkan Heritage, Dibangun Sebelum Merdeka

JAKARTA — BARU SAJA. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menetapkan 13 bangunan sekolah negeri sebagai cagar budaya. Institusi ini dikonfirmasi berdiri kokoh jauh sebelum Proklamasi 1945. Kini, me...

Jul 28, 2026 - 09:50
0 0
BREAKING: 13 Sekolah Negeri Jakarta Ditetapkan Heritage, Dibangun Sebelum Merdeka

JAKARTA — BARU SAJA. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menetapkan 13 bangunan sekolah negeri sebagai cagar budaya. Institusi ini dikonfirmasi berdiri kokoh jauh sebelum Proklamasi 1945. Kini, mereka tak hanya bertugas mencetak generasi bangsa. Dinding-dindingnya menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Ibu Kota.

Bangunan Sekolah Masa Kolonial Masih Beroperasi

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengungkap data mengejutkan. Belasan fasilitas pendidikan publik itu terbukti berusia lebih dari 80 tahun. Struktur asli era Hindia Belanda sebagian besar masih utuh. Meski telah mengalami renovasi, identitas arsitektur kolonialnya dipertahankan secara ketat. Status heritage ini memaksa pemerintah bergerak cepat. Desain ornamen, ventilasi tinggi, hingga jendela kayu besar dilindungi regulasi agar tak tergerus modernisasi.

Penelusuran tim verifikasi mengonfirmasi tahun pembangunan gedung-gedung itu. Rentang waktunya sangat lebar, mulai dari akhir abad ke-19 hingga masa pendudukan Jepang pada 1942. Kini, ribuan siswa berseragam putih abu-abu dan putih biru menimba ilmu di dalamnya. Mereka beraktivitas di ruang kelas yang dulu mungkin dipakai elite Belanda atau kaum priyayi pribumi.

  • Fakta Kunci: 13 sekolah negeri tersebar di lima wilayah administrasi.
  • Status Darurat: Renovasi besar memerlukan izin khusus Tim Ahli Cagar Budaya (TACB).
  • Lokasi Prioritas: Mayoritas berdiri di kawasan Menteng, Gambir, dan Senen.

Strategi Pemeliharaan dan Risiko Genting

Evakuasi parsial sempat disinggung dalam rapat koordinasi. Namun, Disdik menolak opsi pemindahan total. Risiko kehilangan roh historis lebih besar ketimbang pembangunan gedung baru. Demi keamanan, audit struktural darurat dijalankan. Tim teknis menyisir kekuatan fondasi, kualitas atap, hingga sistem drainase lawas. Titik rawan seperti pelapukan kayu dan keretakan dinding langsung masuk daftar perbaikan siaga.

Perkembangan birokrasi ini sempat memicu diskusi panas. Anggaran konservasi melonjak dua kali lipat dibanding pemeliharaan sekolah reguler. Meski begitu, Pemerintah Kota berkomitmen penuh. Mereka tak ingin tragedi ambruknya bangunan tua mencoreng visi Jakarta sebagai kota global. Saksi mata internal menyebut inspeksi mendadak rutin digelar tanpa pemberitahuan. Kepala sekolah wajib melaporkan kondisi fisik gedung setiap pekan.

Langkah ini tak sekadar romantisme masa lalu. Kurikulum lokal pun mulai disinkronkan. Sejarah gedung sekolah akan masuk dalam materi muatan lokal. Para siswa didorong merawat dan memahami narasi arsitektural di sekeliling mereka. Diharapkan, tak ada lagi aksi vandalisme terhadap pilar atau dinding tua yang bernilai tinggi.

UPDATE: Validasi akhir oleh Dinas Kebudayaan dijadwalkan rampung kuartal ini. Data detail 13 sekolah segera dirilis ke publik. Sementara itu, tim heritage memastikan tak ada relokasi paksa selama KBM berlangsung. Bangunan bersejarah ini tetap difungsikan penuh tanpa mengorbankan keselamatan warga sekolah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User