Festival Budaya Manggarai Siap Digelar di TMII 2 Agustus
Jakarta - Anjungan Nusa Tenggara Timur di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) akan berubah menjadi pusat perayaan adat dan tradisi pada 2 Agustus mendatang. Ikatan Keluarga Mahasiswa Manggarai (IKAMADA)...
Jakarta - Anjungan Nusa Tenggara Timur di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) akan berubah menjadi pusat perayaan adat dan tradisi pada 2 Agustus mendatang. Ikatan Keluarga Mahasiswa Manggarai (IKAMADA) menginisiasi sebuah festival budaya berskala besar untuk menghidupkan kembali akar warisan leluhur Manggarai di tengah masyarakat modern.
Gelaran ini bukan sekadar panggung hiburan, melainkan deklarasi identitas. Ratusan seniman, pelajar, dan tokoh adat akan berkumpul menyajikan mozaik kebudayaan yang jarang tersaji di ibu kota. Seluruh elemen acara dirancang agar pengunjung tidak hanya menonton, tetapi ikut merasakan nafas kehidupan masyarakat Manggarai.
Pertunjukan Yang Menggetarkan
Panggung utama akan didominasi oleh atraksi Tari Caci, tari perang khas Manggarai yang sarat filosofi kehormatan dan ketangkasan. Pertunjukan dilengkapi alunan musik sasando dan tabuhan gong gendang yang akan menggema sepanjang hari. Para pemain bukan sekadar penghibur, mereka adalah penjaga narasi leluhur yang sengaja didatangkan langsung dari Flores.
Selain tarian, teater rakyat dan pembacaan syair adat tome akan menjadi suguhan langka. Koordinator acara, Maria Goreti, menegaskan bahwa setiap gerak dan bunyi adalah bahasa doa. “Kami tidak hanya menampilkan budaya, kami menyampaikan pesan spiritual yang sudah hidup ratusan tahun,” ucapnya.
Jelajah Interaktif Tanah Manggarai
Festival ini membuka ruang partisipasi luas bagi semua kalangan. Stan interaktif akan mengajak pengunjung mencoba langsung proses menenun kain songke, meracik bumbu masakan tradisional, hingga belajar anyaman bambu. Kuliner otentik seperti ikan kuah asam dan jagung bose siap memanjakan lidah tanpa biaya masuk.
Zona pameran menampilkan diorama rumah adat Mbaru Niang, koleksi pusaka, serta foto-foto dokumenter tentang kehidupan masyarakat adat di pegunungan Manggarai. Setiap sudut dirancang menjadi ruang edukasi yang memutus jarak geografis antara Jakarta dan Flores.
Lebih Dari Sekadar Acara
Ketua IKAMADA, Rafael Agung, menyebut festival ini sebagai gerakan pelestarian yang mendesak. “Ini bukan pesta sehari. Ini adalah komitmen kami untuk memastikan anak cucu tidak kehilangan jejak asal-usulnya,” tegasnya. Dukungan dari Pemerintah Provinsi NTT dan manajemen TMII semakin memperkuat posisi acara sebagai etalase budaya nasional.
Festival yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 17.00 WIB ini terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Panitia menargetkan ribuan pengunjung dari berbagai komunitas dan pencinta budaya. Momentum ini diharapkan menjadi model bagi diaspora daerah lain untuk merawat akar tradisi di tanah perantauan.
Comments (0)