BP Rebana Buka Peluang Industri di SIBS 2026

BREAKING NEWS — Badan Pengelola Kawasan Rebana resmi menggelar penawaran investasi langsung di arena SIBS 2026. Kawasan industri segitiga Cirebon-Patimban-Kertajati langsung banjir minat hanya beber...

Jul 12, 2026 - 05:16
0 0
BP Rebana Buka Peluang Industri di SIBS 2026

BREAKING NEWS — Badan Pengelola Kawasan Rebana resmi menggelar penawaran investasi langsung di arena SIBS 2026. Kawasan industri segitiga Cirebon-Patimban-Kertajati langsung banjir minat hanya beberapa jam setelah stan dibuka.

Momen Krusial di Panggung Investasi

Manajemen BP Rebana mengkonfirmasi bahwa ajang SIBS tahun ini menjadi etalase utama. Mereka memamerkan tujuh klaster industri prioritas yang siap dihuni investor. Klaster itu meliputi logistik terpadu, manufaktur berteknologi tinggi, pengolahan hasil laut, energi terbarukan, hingga kawasan ekonomi digital.

Direktur Promosi BP Rebana menyatakan, seluruh lahan fase pertama seluas 1.200 hektare dibuka tanpa syarat rumit. “Kami targetkan 15 nota kesepahaman diteken sebelum pameran tutup. Tim kami siaga 24 jam untuk verifikasi minat investor,” ujarnya di lokasi.

Para pengunjung stan langsung mendapat data geospasial detail. Peta interaktif menunjukkan konektivitas kawasan: 37 menit ke Bandara Kertajati, 22 menit ke Pelabuhan Patimban, dan jalur tol Cisumdawu hanya 5 km dari gerbang kawasan. Angka inilah yang menjadi daya tarik utama.

Insentif yang Memecah Kebuntuan

BP Rebana tidak sekadar menjual lahan. Mereka membawa paket lengkap perizinan yang diklaim bisa selesai dalam 30 hari kerja. Seorang perwakilan tim legal menegaskan, “Satu pintu, satu atap. Tidak ada lagi bolak-balik ke 12 instansi.” Paket ini dirancang dengan supertax deduction hingga 200% untuk riset, pembebasan PPN alat produksi, dan keringanan PPh badan selama 10 tahun.

Pelaku usaha yang ditemui di lokasi mengaku terkejut dengan kecepatan simulasi imbal balik investasi. “Saya masukkan data proyek, hitungan mereka langsung muncul. Internal rate of return di atas 14%, sangat kompetitif dibanding kawasan lain di ASEAN,” kata Hendra, pemilik pabrik komponen otomotif yang sedang mencari lokasi ekspansi.

Dukungan Infrastruktur yang Tidak Main-main

Faktor pembeda lain adalah jaminan infrastruktur penunjang. BP Rebana memastikan pasokan listrik dari pembangkit regional surplus 300 MW, air baku dari Waduk Jatigede, serta jaringan pipa gas yang sudah terhubung. Pembangunan jalur kereta langsung menuju Pelabuhan Patimban juga masuk dalam prioritas pendanaan tahun depan. “Ini bukan lagi wacana. Kontrak konstruksi sudah ditandatangani kuartal lalu,” tegas salah satu pejabat teknis.

Pantauan di lapangan, stan Rebana dipadati delegasi dari Korea Selatan, Jepang, dan Timur Tengah. Mereka fokus menanyakan kepastian status lahan dan kesiapan tenaga kerja lokal. BP Rebana langsung menjawab dengan data pelatihan vokasi yang sudah menjangkau 8.000 pemuda di sekitar kawasan pada tahun 2025.

Proyeksi Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja

Jika seluruh klaster terisi sesuai target semester pertama, kawasan ini diproyeksi menyerap 47.000 tenaga kerja baru sampai 2028. Angka investasi yang dibidik mencapai Rp 32 triliun. Kepala Dinas Perindustrian setempat menyambut optimistis, “Kami sudah menyiapkan peraturan daerah yang melindungi investor. Begitu kontrak selesai, alat berat bisa masuk keesokan harinya.”

Di penghujung hari pertama SIBS, BP Rebana melaporkan sudah menerima 23 surat minat resmi. Tim evaluasi langsung bekerja lembur menyortir calon investor yang paling siap eksekusi. Kawasan Rebana tampak berhasil mendorong narasi bahwa di tengah perlambatan global, Indonesia timur Jawa masih menyimpan potensi pertumbuhan yang sulit ditolak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User