Bos Tani Drone Minta Maaf: Aksi Petani Terbang Dinilai Bahayakan Nyawa
JOMBANG, MENIT LALU — Permintaan maaf terbuka segera dilontarkan Budianto (47), pemilik dan Direktur PT Bina Tani Makmur asal Jombang, setelah rekaman video yang menampilkan petani diangkut mengguna...
JOMBANG, MENIT LALU — Permintaan maaf terbuka segera dilontarkan Budianto (47), pemilik dan Direktur PT Bina Tani Makmur asal Jombang, setelah rekaman video yang menampilkan petani diangkut menggunakan drone pertanian raksasa miliknya menyebar liar dan memicu gelombang kemarahan publik.
Aksi yang terekam jelas dalam video amatir itu langsung ditetapkan sebagai pelanggaran serius terhadap protokol keamanan karena secara gamblang mempertaruhkan nyawa manusia pada operasi alat berat yang tidak dirancang untuk membawa penumpang.
Kronologi Video Viral
Potongan gambar yang beredar di berbagai platform media sosial sejak kemarin pagi menunjukkan sosok petani bergelayut di bawah drone penyemprot pestisida berukuran besar. Drone itu kemudian lepas landas perlahan dengan petani masih menggantung di bagian bawah, melayang di atas hamparan sawah hijau milik korporasi tersebut. Belum diketahui pasti siapa perekam adegan itu, namun narasi yang menyertai unggahan menimbulkan kesan bahwa aksi berbahaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari demonstrasi atau sensasi.
- Lokasi: Area persawahan binaan PT Bina Tani Makmur, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
- Waktu kejadian: Diperkirakan berlangsung pada akhir pekan lalu, sebelum viral pada Senin pagi.
- Pemeran dalam video: Seorang pekerja harian yang identitasnya belum dipublikasikan, diangkut oleh drone penyemprot berkapasitas beban maksimal 30 kilogram.
- Risiko teridentifikasi: Potensi jatuh dari ketinggian, terjerat baling-baling, kegagalan motor, dan gangguan sinyal kendali yang dapat menyebabkan kecelakaan fatal.
Permintaan Maaf dan Klarifikasi
Pernyataan maaf Budianto disampaikan melalui rekaman video pendek yang diterima redaksi BERITATERCEPAT pagi ini. Dalam pernyataannya, ia mengakui bahwa tindakan tersebut sepenuhnya di luar prosedur operasional standar perusahaan dan merupakan inisiatif spontan yang tidak diperintahkan.
“Saya selaku penanggung jawab penuh atas semua kegiatan di lapangan meminta maaf yang sebesar-besarnya. Tidak ada pembenaran apa pun untuk menggunakan drone pengangkut pupuk sebagai wahana manusia,” tegas Budianto dalam video yang direkam di kantornya. Ia juga berjanji akan segera melakukan evaluasi internal dan memperketat pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.
Budianto menambahkan bahwa drone pertanian yang digunakan merupakan model terbaru dengan sistem kendali ganda, tetapi sama sekali tidak memiliki fitur keamanan untuk membawa manusia. “Ini murni kelalaian dan saya ambil tanggung jawab sepenuhnya. Kami akan kooperatif jika ada pemeriksaan dari pihak berwenang,” ujarnya.
Ancaman Sanksi dan Penyelidikan
Otoritas penerbangan sipil dan dinas ketenagakerjaan setempat dikabarkan sudah menerima laporan dan tengah mengkaji langkah investigasi. Pelanggaran operasional drone komersial di area terbuka tanpa izin pengangkutan personel dapat berujung pada pencabutan lisensi terbang alat dan sanksi administratif berat bagi perusahaan.
Di lapangan, sejumlah organisasi tani menyayangkan insiden ini karena dapat mencoreng citra modernisasi pertanian yang tengah digenjot pemerintah. “Teknologi drone seharusnya membuat pekerjaan lebih aman, bukan menambah risiko kematian bagi buruh tani,” ujar perwakilan serikat tani setempat melalui sambungan telepon.
Hingga berita ini diturunkan, drone yang digunakan dalam video telah di-grounded oleh manajemen PT Bina Tani Makmur. Budianto berjanji akan merilis hasil audit internal dalam waktu 3x24 jam ke depan. Sementara itu, petani yang menjadi “penumpang” drone belum memberikan keterangan resmi dan dikabarkan dalam kondisi sehat tanpa cedera.
Baca juga:
Comments (0)