Pasca Kebakaran 10 Hari, Embung Segera Dibangun di TPA Jatiwaringin

TANGERANG – Setelah sepuluh hari pertempuran tanpa henti melawan si jago merah, kobaran api yang melalap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang akhirnya resmi padam total,...

Jul 12, 2026 - 22:37
0 0
Pasca Kebakaran 10 Hari, Embung Segera Dibangun di TPA Jatiwaringin

TANGERANG – Setelah sepuluh hari pertempuran tanpa henti melawan si jago merah, kobaran api yang melalap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang akhirnya resmi padam total, Sabtu (hari ini). Operasi pemadaman raksasa yang melibatkan ratusan personel gabungan dan bantuan helikopter pengebom air berhasil menghentikan laju api yang sejak awal pekan lalu mengancam lingkungan sekitar.

Perjuangan Panjang Jilat Api

Sumber api pertama kali terdeteksi pada pekan sebelumnya, diduga dipicu oleh akumulasi gas metana dari tumpukan sampah yang terbakar spontan. Hingga puncaknya, titik panas menyebar ke lebih dari separuh zona aktif TPA, mengakibatkan asap tebal yang mengganggu aktivitas warga di sejumlah kecamatan sekitar. Tim pemadam kebakaran langsung dikerahkan, namun medan yang sulit serta minimnya sumber air di lokasi menjadi kendala besar.

Lebih dari 300 petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, TNI, Polri, dan relawan dikerahkan dalam operasi ini. Helikopter pengebom air dari BNPB juga diturunkan untuk menjangkau titik api terdalam yang tak bisa dijangkau armada darat. Upaya berlapis, termasuk metode pemadaman dengan alat berat untuk menimbun titik api dengan tanah, dilakukan secara bergantian. Meski sempat mereda beberapa kali, angin kencang dan suhu tinggi membuat api kembali membesar.

Puncak pemadaman terjadi dalam 48 jam terakhir, ketika fokus diarahkan ke titik inti yang masih menyala. Setelah pendinginan intensif, akhirnya seluruh hot spot dinyatakan aman. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tangerang menyatakan bahwa operasi kini beralih ke tahap pemantauan untuk memastikan tak ada bara yang tersisa.

Embung Penyelamat di Masa Depan

Merespons peristiwa ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang langsung mengumumkan langkah strategis: pembangunan embung atau tampungan air besar di sekitar area TPA Jatiwaringin. Rencana ini dipercepat dan akan mulai dikerjakan dalam beberapa pekan mendatang.

Embung dengan kapasitas ribuan meter kubik ini dirancang sebagai sumber air permanen untuk penanggulangan kebakaran. Tidak hanya untuk suplai kendaraan pemadam, namun juga untuk mendukung operasi helikopter pengebom air. Selama ini, keterbatasan sumber air menjadi faktor utama lambatnya penanganan. Dengan adanya embung, petugas bisa langsung mengakses air dalam radius dekat, tanpa harus berputar menjangkau lokasi yang jauh.

Bupati Tangerang menegaskan bahwa pembangunan embung ini masuk dalam proyek prioritas mitigasi bencana. “Belajar dari kejadian ini, kita tidak bisa lagi bergantung pada sumber air yang ada di luar lokasi. Embung ini akan menjadi lumbung air siaga yang siap digunakan setiap saat,” ujarnya dalam keterangan tertulis. Lebih jauh, embung juga direncanakan berfungsi ganda sebagai pengendali debu di musim kemarau dan irigasi bagi area penghijauan penyangga TPA.

Masyarakat menyambut lega keputusan cepat pemerintah. Salah satu warga Desa Jatiwaringin mengaku trauma dengan dampak asap yang mengganggu pernapasan selama berminggu-minggu. “Semoga dengan adanya embung, kejadian seperti ini tidak terulang dan penanganannya bisa lebih cepat,” harapnya.

Dengan padamnya api dan terbitnya rencana pembangunan infrastruktur mitigasi, TPA Jatiwaringin diharapkan dapat beroperasi kembali normal sembari terus diawasi ketat. Pemerintah mengimbau pengelola untuk meningkatkan sistem pengelolaan gas metana dan memperkuat deteksi dini guna mencegah bencana kebakaran susulan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User