Bobby Nasution Mulai Berkantor di Nias, Tepati Janji Tiga Bulan
GUNUNGSITOLI — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dipastikan memulai masa kerja dari Kepulauan Nias mulai Rabu pekan ini. Langkah tersebut merealisasikan komitmen politik yang ia ucapkan saat ka...
GUNUNGSITOLI — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dipastikan memulai masa kerja dari Kepulauan Nias mulai Rabu pekan ini. Langkah tersebut merealisasikan komitmen politik yang ia ucapkan saat kampanye, yakni berkantor langsung di daerah kepulauan selama tiga bulan penuh.
Kepala daerah nomor satu di Sumut itu tidak akan sendirian. Ia dijadwalkan bergantian dengan Wakil Gubernur Surya agar roda pemerintahan tetap berjalan tanpa kehilangan kendali di ibu kota provinsi. Pola rotasi ini dirancang untuk memastikan kehadiran pimpinan tertinggi tetap terasa di dua titik strategis sekaligus.
Kehadiran Simbolis yang Dinanti
Keputusan memindahkan pusat aktivitas gubernur ke Nias bukan sekadar seremonial. Warga setempat telah lama menantikan kehadiran langsung pemimpin provinsi untuk menyelesaikan berbagai persoalan mendasar yang selama ini tertunda. Infrastruktur jalan lintas pulau, akses listrik stabil, dan layanan kesehatan menjadi keluhan yang paling sering mencuat di forum-forforum resmi.
Salah satu tokoh masyarakat setempat menyampaikan harapannya agar momentum ini tidak berlalu begitu saja. “Kami sudah sering mendengar janji, tetapi baru kali ini ada gubernur yang benar-benar datang dan tinggal di sini,” ungkapnya saat dihubungi.
Tiga Program Utama
Bukti keseriusan Bobby terlihat dari rancangan tiga program prioritas yang akan digulirkan selama masa tugasnya di Nias. Pertama, percepatan pembangunan jalan poros yang menghubungkan kabupaten-kota di kepulauan tersebut. Titik-titik yang selama ini terisolasi akan menjadi fokus utama agar distribusi logistik dan mobilitas warga tidak lagi tersendat.
Program kedua menyasar sektor kesehatan. Rencananya, beberapa puskesmas akan ditingkatkan statusnya serta dilengkapi alat diagnostik modern. Langkah ini diambil menyusul masih tingginya angka rujukan pasien ke luar pulau yang membebani ekonomi keluarga.
Adapun program ketiga adalah pemberdayaan ekonomi lokal melalui pendampingan industri rumput laut dan perikanan tangkap. Bobby menilai potensi maritim Nias sangat besar, tetapi belum diimbangi dengan akses pasar yang adil dan teknologi pengolahan yang memadai.
Rentang Waktu dan Evaluasi
Kantor sementara gubernur akan disiapkan di salah satu gedung milik pemerintah kabupaten. Bobby dijadwalkan menjalani masa kerja di sana hingga tiga bulan ke depan dengan sistem rotasi bersama Wakil Gubernur Surya. Setiap pekan, akan dilakukan evaluasi internal untuk mengukur sejauh mana dampak kehadiran pimpinan terhadap penyelesaian masalah di lapangan.
Pengamat pemerintahan dari universitas ternama di Medan menilai langkah ini cukup berani. Menurutnya, memindahkan separuh waktu gubernur ke daerah tertinggal merupakan preseden baru dalam tata kelola pemerintahan daerah. Efek psikologisnya terhadap birokrasi dan masyarakat tidak bisa dianggap remeh.
Meskipun demikian, sejumlah pihak mengingatkan agar fokus kerja tidak terganggu oleh rutinitas perjalanan dinas yang panjang. Infrastruktur komunikasi dan transportasi di Nias masih harus diandalkan agar koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah di Medan tetap berjalan mulus. Bobby sendiri optimistis dengan dukungan teknologi terkini, jarak fisik tidak lagi menjadi hambatan besar.
Warga berharap, setelah tiga bulan nanti, tidak hanya fisik gubernur yang meninggalkan jejak, tetapi juga muncul perubahan konkret yang bisa mereka rasakan sehari-hari. Hari Rabu mendatang pun ditunggu sebagai awal dari babak baru pembangunan di Kepulauan Nias yang lebih berkeadilan.
Baca juga:
Comments (0)