Santri Dibakar di Ruang Kosong, Ibu Korban Bongkar Kronologi

MATARAM, DETIK INI JUGA — Kesaksian mengejutkan datang dari ibu seorang santri yang meregang nyawa secara mengenaskan. Ia menuturkan, putranya dihabisi dengan cara dibakar di sebuah ruangan kosong y...

Jul 13, 2026 - 21:59
0 0
Santri Dibakar di Ruang Kosong, Ibu Korban Bongkar Kronologi

MATARAM, DETIK INI JUGA — Kesaksian mengejutkan datang dari ibu seorang santri yang meregang nyawa secara mengenaskan. Ia menuturkan, putranya dihabisi dengan cara dibakar di sebuah ruangan kosong yang selama ini tidak difungsikan di area pondok pesantren.

Pengakuan ini sontak membalikkan sejumlah asumsi awal yang menyebut korban tewas akibat kecelakaan atau kebakaran di kamar tidur. Sang ibu menegaskan, lokasi pembakaran bukanlah asrama ramai, melainkan sebuah bilik terpencil tanpa penghuni.

Lokasi Mencekam di Bilik Tak Terpakai

Menurut penuturannya, ruangan kosong itu berada di sudut barat kompleks pondok, jauh dari jangkauan santri lain. “Anak saya ditemukan sudah dalam kondisi hangus di ruang itu. Padahal ruangan itu tidak pernah dipakai untuk kegiatan apa pun,” ucapnya dengan suara bergetar saat ditemui di kediamannya, Selasa malam.

Ia menduga kuat ada pihak yang sengaja membawa korban ke lokasi sunyi tersebut. Pasalnya, berdasarkan informasi yang ia kumpulkan, tidak ada saksi mata yang melihat atau mendengar keributan pada malam kejadian. Ruangan itu disebut-sebut hanya berisi tumpukan barang bekas dan jarang dibuka.

Fakta-Fakta Kunci

  • Waktu kejadian: Jumat dini hari, saat santri lain sedang tidur lelap.
  • Lokasi pasti: Ruang penyimpanan tak terpakai di sudut area pondok pesantren.
  • Kondisi korban: Ditemukan dalam kondisi luka bakar parah di sekujur tubuh.
  • Tidak ada saksi: Hingga kini belum ada santri atau pengurus yang mengaku melihat langsung peristiwa nahas tersebut.

Polisi Dalami Motif

Pihak kepolisian Lombok Tengah mengonfirmasi telah menerima laporan dan sedang melakukan olah tempat kejadian perkara ulang. “Kami sudah mendengar keterangan ibu korban. Saat ini tim forensik masih mengumpulkan bukti-bukti tambahan, termasuk memeriksa isi ruangan kosong itu,” kata seorang perwira yang enggan disebutkan namanya.

Penyidik juga tengah memeriksa sejumlah saksi, termasuk pengasuh pondok dan beberapa santri senior. Dugaan sementara, ada unsur kesengajaan karena lokasi yang jauh dari pantauan. Namun, kepolisian belum menetapkan tersangka.

Desakan Transparansi

Keluarga korban mendesak aparat untuk mengusut tuntas kasus ini. Mereka mencurigai ada upaya menutup-nutupi kejadian sebenarnya. “Jangan sampai pelaku berlindung di balik alasan kecelakaan. Ini pembunuhan berencana,” tegas ibu korban.

Sementara itu, pihak pondok pesantren belum memberikan pernyataan resmi. Sejumlah media mencoba mengonfirmasi, namun pengurus pondok memilih bungkam.

Korban diketahui merupakan santri kelas dua yang dikenal pendiam. Teman-temannya mengaku terakhir melihat korban pada Kamis sore sebelum kejadian. “Dia biasa saja, tidak ada tanda-tanda masalah,” ujar seorang santri yang enggan disebutkan namanya.

Kabar tragis ini sontak mengundang reaksi keras dari wali santri lain. Mereka meminta pondok pesantren lebih transparan dan memastikan keamanan anak-anak mereka. Sejumlah orang tua bahkan berencana membawa pulang putra-putrinya hingga kasus terungkap jelas.

Ruang Kosong Jadi Petunjuk Kunci

Menurut sumber internal, ruang kosong itu sebenarnya bekas gudang yang sudah setahun tidak digunakan. Akses menuju lokasi cukup sulit karena melewati lorong sempit. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa pelaku adalah orang yang mengenal seluk-beluk pondok.

Hingga berita ini diturunkan, investigasi masih berlangsung dan publik menanti titik terang.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User