Berburu Malam Lailatul Qadar, Kafilah Tangerang Pertahankan Juara MTQ

Malam ke-27 Ramadan 1443 H yang dipenuhi dengan kemuliaan Lailatul Qadar menjadi saksi atas dua potret pencarian keberkahan yang berbeda namun saling berka

Jul 11, 2026 - 22:00
0 0
Berburu Malam Lailatul Qadar, Kafilah Tangerang Pertahankan Juara MTQ

Malam ke-27 Ramadan 1443 H yang dipenuhi dengan kemuliaan Lailatul Qadar menjadi saksi atas dua potret pencarian keberkahan yang berbeda namun saling berkait. Di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, umat Islam berdesakan memadati masjid untuk memburu malam seribu bulan. Sementara itu, di Provinsi Banten, Kafilah Kabupaten Tangerang merayakan sukacita setelah berhasil mempertahankan gelar juara umum di tengah musibah.

Itikaf dan Pengharapan Malam Seribu Bulan di Karawang

Sejak matahari terbenam pada Jumat (29/4/2022), lantunan ayat suci Al-Qur'an dan dzikir saling bersahutan di Masjid Asy-Syuhada, Cikampek, Kabupaten Karawang. Ratusan jemaah dengan khusyuk melakukan itikaf, berdiam diri di rumah Allah untuk meraih rida-Nya. Mereka memanfaatkan detik-detik di 10 hari terakhir bulan suci ini, tepatnya pada malam ganjil yang diyakini sebagai puncak turunnya Lailatul Qadar.

Suasana masjid tampak begitu syahdu. Para jemaah terlihat serius membolak-balik lembaran mushaf, bertasbih, dan memanjatkan selawat kepada Nabi Muhammad SAW. Itikaf yang dilakukan bukan sekadar ritual diam, melainkan momen introspeksi diri (muhasabah) untuk memperbaiki hubungan vertikal kepada Sang Pencipta.

“Pada malam-malam seperti inilah kami benar-benar berharap ampunan dan keberkahan. Apalagi setelah dua tahun pandemi membatasi ruang gerak ibadah kami, malam ini terasa sangat istimewa,” ujar salah satu jemaah yang enggan disebutkan namanya.

Malam ke-27 seringkali menjadi puncak kesibukan di masjid-masjid. Keyakinan akan turunnya Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil, khususnya malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29, mendorong lonjakan jumlah jemaah itikaf. Di Masjid Asy-Syuhada, panitia hingga menyiapkan alas karpet tambahan dan konsumsi sahur khusus bagi para jemaah yang memilih bermalam tanpa pulang.

Bencana Kebakaran TPA hingga Kemenangan Kafilah Tangerang

Di sisi lain, suasana penuh syukur menyelimuti Kafilah Kabupaten Tangerang. Di tengah ujian berat berupa bencana kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin yang sempat mengganggu aktivitas dan memancing keprihatinan warga, kafilah ini justru mampu menorehkan prestasi membanggakan. Mereka secara gemilang berhasil mempertahankan gelar juara umum pada Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-23 Tingkat Provinsi Banten.

Momentum kemenangan ini menjadi oase yang menyejukkan bagi masyarakat Tangerang. Di saat asap kebakaran TPA Jatiwaringin mengepung sebagian wilayah, para qori dan qoriah, hafiz dan hafizah, serta para mufasir dari Kabupaten Tangerang tetap berjuang menunjukkan kualitas terbaik mereka. Pantang menyerah menjadi kunci utama, sebagaimana tersirat dalam doa-doa yang dipanjatkan di bulan suci Ramadan.

Kafilah Tangerang sukses mengungguli kontingen lain dari kabupaten dan kota se-Banten dengan perolehan nilai yang signifikan. Beberapa cabang unggulan yang menyumbang medali emas antara lain:

  • Tilawah Anak-anak dan Dewasa: Keindahan suara dan ketepatan tajwid menjadi sorotan utama juri.
  • Tahfiz 1 Juz dan 5 Juz: Kelancaran hafalan para kafilah Tangerang berhasil menyingkirkan pesaing terberat mereka.
  • Musabaqah Syarhil Qur'an: Kemampuan mengartikulasikan isi kandungan Al-Qur'an secara ilmiah dan artistik mengantarkan poin tertinggi.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa lingkungan yang sedang tidak kondusif sekalipun tidak mampu mematahkan semangat para generasi Qur'ani.

Sinergi Spiritualitas dan Ketangguhan Umat

Dua peristiwa ini, meski terpisah secara geografis, merepresentasikan wujud pengamalan Al-Qur'an yang sempurna. Di Cikampek, umat Islam berburu Lailatul Qadar dengan memperbanyak ibadah. Di Banten, Kafilah Kabupaten Tangerang menghidupkan syiar Al-Qur'an melalui seni dan hafalan yang memukau. Keduanya adalah cermin dari harapan akan syafaat dan rida Allah SWT di penghujung Ramadan.

Semangat itikaf yang menuntut kesabaran, ketekunan, dan ketenangan jiwa, secara tidak langsung menjadi bekal mental bagi para peserta MTQ. Proses itikaf melatih fokus dan menjauhkan diri dari distraksi duniawi, sama halnya dengan proses latihan para peserta MTQ yang mengisolasi diri untuk fokus menghafal dan melagukan ayat suci. Inilah esensi dari hadis Rasulullah SAW tentang keutamaan membaca dan mengamalkan Al-Qur'an.

Kebangkitan Syiar di Masa Pemulihan

Baik di Karawang maupun di Banten, euforia keagamaan ini menjadi penanda bangkitnya syiar Islam pasca-pandemi. Masjid kembali dipenuhi jemaah tanpa sekat, dan perlombaan keagamaan kembali dilakukan secara langsung dengan penuh antusias. Momentum Lailatul Qadar dan kemenangan di MTQ menjadi penyemangat bagi umat untuk terus menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup, bukan hanya saat Ramadan, tetapi juga di bulan-bulan selanjutnya.

Panitia MTQ Banten menyampaikan apresiasinya atas sportivitas seluruh kafilah. Sementara itu, warga Tangerang berharap prestasi ini dapat menjadi pemicu semangat baru bagi generasi muda untuk mendalami ilmu Al-Qur'an, sekaligus menjadi doa agar bencana kebakaran TPA Jatiwaringin segera teratasi sepenuhnya.

Di malam-malam terakhir Ramadan ini, doa terbaik terus mengalir dari ribuan jemaah di masjid-masjid. Perburuan Lailatul Qadar di Karawang dan prestasi Kafilah Tangerang adalah bukti bahwa di balik setiap ujian dan usaha, selalu ada limpahan rahmat dan pertolongan dari Allah SWT.

[SOCIAL_TWEET]: Malam Lailatul Qadar disambut itikaf khusyuk di Masjid Asy-Syuhada, Karawang. Di tengah bencana kebakaran TPA, Kafilah Tangerang justru menorehkan prestasi gemilang sebagai juara umum MTQ Banten. Spiritualitas dan ketangguhan. #LailatulQadar #MTQBanten #Ramadan2022 [SOCIAL_TG]: 🌙✨ Malam ke-27 Ramadan: Itikaf di Karawang & Juara Umum MTQ di Banten. Keberkahan doa dan ikhtiar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User