Mantan Ketua MK dan Gus Ghofur Apresiasi Peluncuran Kitab Ithafu Ummati Al-Muqtafa
JAKARTA — Suasana penuh khidmat menyelimuti Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, pada Ahad (15/09/2024), saat kitab Ithafu Ummati Al–Muqtafa resmi
JAKARTA — Suasana penuh khidmat menyelimuti Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, pada Ahad (15/09/2024), saat kitab Ithafu Ummati Al–Muqtafa resmi diluncurkan. Kehadiran sejumlah tokoh nasional dan ulama kenamaan menambah kemeriahan acara yang digagas oleh komunitas pencinta ilmu ini. Di antara tamu istimewa yang hadir adalah seorang mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) dan Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Abdul Ghofur Maimoen, yang akrab disapa Gus Ghofur.
Kitab Komprehensif untuk Umat
Acara yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB itu dihadiri ratusan jemaah dari berbagai kalangan: santri, akademisi, praktisi hukum, hingga masyarakat umum. Kitab Ithafu Ummati Al–Muqtafa merupakan himpunan besar yang merangkai berbagai hukum Islam praktis berdasarkan Mazhab Syafi’i, dilengkapi dalil-dalil Al-Qur’an, hadis, serta penjelasan yang mudah dipahami. Kitab ini disusun oleh tim ulama dan cendekiawan Muslim Indonesia yang dipimpin oleh Dr. KH. Ahmad Hilmi, Lc., M.A., seorang pakar fikih dari Pondok Pesantren Al-Anwar, Rembang. Dengan total tiga jilid dan lebih dari 1.500 halaman, kitab ini membahas mulai dari fikih ibadah, muamalah, munakahat, hingga jinayat dan siyasah syar’iyyah, semuanya disajikan dalam bahasa Arab sederhana yang bertranslasi ke bahasa Indonesia di setiap marjinnya.
Sambutan dari Mantan Ketua MK
Sosok mantan Ketua MK yang enggan disebutkan namanya itu memberikan apresiasi tinggi terhadap kehadiran kitab ini. Dalam sambutannya, ia menyoroti pentingnya literatur hukum Islam yang kontekstual dengan kehidupan berbangsa.
“Kitab ini adalah jembatan antara hukum Islam dan hukum positif di Indonesia. Sebagai mantan pengawal konstitusi, saya melihat nilai luar biasa dari karya ini karena ia tidak hanya menjadi panduan spiritual, tetapi juga memberikan perspektif hukum Islam yang sejalan dengan prinsip bernegara kita. Kolaborasi antara ulama dan ahli hukum seperti ini patut kita teladani,” ujar mantan Ketua MK itu di hadapan hadirin.
Mantan pejabat tinggi peradilan itu juga menekankan bahwa kitab semacam ini dapat menjadi rujukan bagi para hakim di lingkungan peradilan agama dalam menetapkan putusan yang berkeadilan. Ia berharap karya-karya serupa semakin banyak lahir untuk memperkaya khazanah hukum di Indonesia.
Pesan Kebangsaan dari Gus Ghofur
Gus Ghofur, putra ulama karismatik KH. Maimoen Zubair, tampak bersemangat saat tiba gilirannya memberikan tausiah. Rais Syuriyah PBNU itu menegaskan bahwa Ithafu Ummati Al–Muqtafa merupakan bukti nyata bahwa ilmu Islam Nusantara terus hidup dan relevan. Dengan suara lembut namun berwibawa, ia menyampaikan:
“Alhamdulillah, hari ini kita menyaksikan lahirnya kembali sebuah karya besar yang mengokohkan manhaj Ahlussunnah wal Jamaah ala Nahdlatul Ulama. Kitab ini tidak hanya kering teori, tetapi kaya dengan solusi atas permasalahan kontemporer. Dari urusan ekonomi syariah, medis, hingga tata negara, semua dibahas dengan landasan fikih yang kuat. Saya sangat merekomendasikan kitab ini untuk dipelajari di pesantren, kampus, dan majelis taklim,” tutur Gus Ghofur.
Gus Ghofur juga mengingatkan agar umat Islam tidak terjebak pada pemahaman sempit atau tekstualis yang dapat memecah belah. Menurutnya, kitab ini hadir membawa ruh Islam rahmatan lil ‘alamin yang menyejukkan.
Antusiasme Peserta dan Bedah Kitab
Usai peluncuran simbolis dengan pemotongan tumpeng dan pembukaan selubung kitab, acara dilanjutkan dengan sesi bedah kitab yang dipandu oleh Dr. Hj. Maria Ulfah, M.A., pakar tafsir dari Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta. Diskusi semakin hidup saat puluhan peserta mengajukan pertanyaan seputar aplikasi fikih di era digital, seperti transaksi cryptocurrency dan hukum vaksinasi menurut mazhab Syafi’i. Para narasumber menjawab dengan lugas merujuk pada pasal-pasal dalam kitab Ithafu Ummati Al–Muqtafa yang memang menyediakan bab khusus tentang fiqh al–nawazil atau fikih kontemporer.
Panitia menyediakan 300 eksemplar kitab edisi khusus dengan diskon signifikan selama acara, dan hanya dalam waktu dua jam setelah peluncuran, seluruh stok habis terjual. Beberapa peserta terpaksa melakukan pemesanan awal (pre-order) untuk cetakan berikutnya yang direncanakan terbit akhir Oktober 2024. Ketua Panitia, Ustaz Muhammad Rizky, mengaku tidak menyangka antusiasme sebesar ini. “Ini menunjukkan dahaga umat akan bacaan bermutu yang mampu menjawab tantangan zaman,” katanya.
Harapan ke Depan
Para tokoh yang hadir berharap peluncuran Ithafu Ummati Al–Muqtafa di masjid bersejarah yang didirikan pada 1590 ini menjadi titik awal geliat literasi Islam yang lebih progresif. Mantan Ketua MK secara khusus mengajak semua pihak untuk mendukung penyebaran kitab ini ke berbagai daerah, termasuk melalui platform digital. Sementara itu, Gus Ghofur menambahkan bahwa PBNU akan memasukkan kitab ini ke dalam daftar bacaan anjuran di lingkungan pesantren Nahdlatul Ulama.
Kitab Ithafu Ummati Al–Muqtafa kini tersedia di toko-toko kitab dan marketplace syariah. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi panitia melalui situs resmi yang akan diumumkan dalam waktu dekat. Sebagai penutup, doa bersama dipanjatkan oleh KH. Taufiqurrahman, imam besar Masjid Sunda Kelapa, agar keberkahan selalu menyertai para ulama, penulis, dan seluruh umat Islam yang mengamalkan ilmunya .
[SOCIAL_TWEET]: Mantan Ketua MK dan Gus Ghofur hadiri peluncuran Kitab Ithafu Ummati Al-Muqtafa di Masjid Sunda Kelapa. Kitab 3 jilid ini jadi rujukan fikih Syafi’i yang kontekstual dengan zaman. #kitabIslam #FikihSyafii #GusGhofur[SOCIAL_TG]: 📚✨ Gus Ghofur dan Mantan Ketua MK meresmikan peluncuran Kitab Ithafu Ummati Al-Muqtafa di Masjid Sunda Kelapa. Narasi inspiratif dari acaranya baca di sini!
Comments (0)