BEI: Tujuh IPO Tercatat, Empat Emiten Baru Segera Melantai

Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan tonggak penting hingga pertengahan 2026: tujuh perusahaan telah resmi melantai di pasar modal, sementara empat lainnya tengah mengantre untuk menyusul....

Jul 12, 2026 - 11:11
0 0
BEI: Tujuh IPO Tercatat, Empat Emiten Baru Segera Melantai

Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan tonggak penting hingga pertengahan 2026: tujuh perusahaan telah resmi melantai di pasar modal, sementara empat lainnya tengah mengantre untuk menyusul.

Total Dana Dihimpun Capai Rp12,8 Triliun

Ketujuh emiten baru itu berhasil menghimpun dana sebesar Rp12,8 triliun melalui penawaran umum perdana saham (IPO). Angka ini melebihi target awal BEI yang memproyeksikan sekitar Rp10 triliun untuk semester pertama.

  • Tujuh perusahaan berasal dari sektor energi, teknologi, kesehatan, dan konsumer.
  • Dua di antaranya merupakan perusahaan unicorn teknologi yang mencatatkan oversubscribed hingga 15 kali.
  • IPO terbesar adalah PT Surya Energi Nusantara yang mengantongi Rp4,2 triliun.

Dari ketujuh emiten tersebut, seluruhnya mencatat kenaikan harga saham pada debut perdana, dengan rata-rata kenaikan 35%. Saham PT Teknologi Finansial Digital bahkan melesat 70% pada hari pertama.

BEI mencatat, kapitalisasi pasar dari ketujuh emiten baru ini mencapai Rp45 triliun, menambah total kapitalisasi pasar BEI menjadi Rp10.500 triliun.

Pipa Antrean Masih Padat

Saat ini, BEI mengonfirmasi empat emiten masih dalam proses penantian untuk pencatatan. Mereka dijadwalkan melantai pada Agustus hingga Oktober 2026.

  • PT Medika Digital Sejahtera (teknologi kesehatan) — target dana Rp2,1 triliun.
  • PT Logistik Nusantara Raya (logistik) — target Rp1,8 triliun.
  • PT Pangan Agro Makmur (pertanian) — target Rp950 miliar.
  • PT Eco Material Indonesia (material bangunan hijau) — target Rp1,2 triliun.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyatakan optimistis bahwa momentum IPO akan terus berlanjut didorong oleh stabilitas ekonomi dan minat investor ritel yang meningkat. Menurut Nyoman, proses due diligence keempat emiten tersebut sudah memasuki tahap akhir dan diharapkan segera melantai setelah persetujuan OJK.

Latar Belakang Pendorong

BEI menargetkan total 15 IPO pada tahun 2026, naik dari realisasi 12 IPO di 2025. Pertumbuhan investor ritel yang menembus 8,5 juta single investor identification (SID) per Mei 2026 menjadi salah satu katalis.

Selain itu, perubahan regulasi OJK yang mempermudah proses penawaran umum melalui e-IPO turut mempercepat minat perusahaan untuk go public.

Dengan antrean yang ada, BEI optimis bisa mencapai target tahunan meskipun kondisi global masih diliputi ketidakpastian. Pengamat pasar modal dari Universitas Indonesia, Budi Frensidy, menilai tren ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi domestik. "Pasar kita resilient, likuiditas cukup, dan valuasi menarik," katanya.

BEI juga tengah memproses dua perusahaan asing yang ingin melakukan dual listing di Indonesia, yang diharapkan terealisasi pada kuartal IV 2026.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User