BAZNAS Alirkan Listrik ke 452 Rumah di Indramayu, Akhiri 25 Tahun Kegelapan
INDRAMAYU – Kegelapan yang menyelimuti ratusan rumah di pelosok Indramayu selama seperempat abad akhirnya sirna. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) baru saja meresmikan program Rumah Terang yang men...
INDRAMAYU – Kegelapan yang menyelimuti ratusan rumah di pelosok Indramayu selama seperempat abad akhirnya sirna. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) baru saja meresmikan program Rumah Terang yang mengandalkan panel surya, menghadirkan aliran listrik ke 452 kepala keluarga pada Selasa (11/7/2026).
Desa-desa terisolir yang tak terjangkau jaringan PLN itu kini dapat menikmati lampu dan peralatan elektronik sederhana. Masing-masing rumah mendapat unit pembangkit listrik tenaga surya mandiri, lengkap dengan baterai penyimpan. Wilayah Indramayu yang kaya sinar matahari menjadikan teknologi ini pilihan ideal.
Data Cepat Program
- 452 KK penerima manfaat tahap pertama
- Masa tunggu tanpa listrik: 25 tahun
- Sumber energi: panel surya mandiri
- Lokasi: desa terpencil di Indramayu, Jawa Barat
Tangis Haru di Malam Pertama
Kartini (52), salah satu penerima, tak kuasa menahan tangis saat lampu di rumahnya menyala. ‘Saya tidak pernah membayangkan bisa melihat terang di malam hari. Selama ini hanya mengandalkan lampu minyak,’ katanya. Anak-anak yang biasanya belajar dengan pelita kini bisa membaca dengan nyaman.
Kepala Desa setempat, Sutarno, mengaku lega. ‘Kami sudah mengajukan listrik PLN berkali-kali, tapi medan dan biaya tidak memungkinkan. Program BAZNAS ini anugerah,’ ujarnya. Sebelumnya, warga terpaksa berjalan berkilo-kilometer ke desa tetangga hanya untuk mengisi daya ponsel.
Ketua BAZNAS menegaskan bahwa inisiatif ini dibiayai dari zakat, infak, dan sedekah. ‘Ini bukan sekadar memberikan listrik, tetapi menyalakan harapan. Ibu-ibu bisa lebih produktif, anak-anak bisa belajar di malam hari,’ jelasnya. Dana keagamaan disalurkan untuk mengatasi kemiskinan energi.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Panel surya yang dipasang berkapasitas untuk 5 lampu LED dan satu stop kontak. Warga dilatih merawat instalasi oleh kader lokal. Hadirnya listrik diperkirakan memutar roda ekonomi desa: beberapa warga berencana membuka warung malam dan usaha kecil lain.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, masih ada sekitar 1,5 juta rumah tangga di Indonesia yang belum menikmati listrik. Indramayu menjadi salah satu daerah dengan rasio elektrifikasi rendah di Jawa Barat. Keberhasilan program ini diharapkan menjadi model bagi wilayah lain.
BAZNAS menargetkan perluasan ke kabupaten-kabupaten lain yang masih berkubang dalam gelap. Dukungan pemerintah desa dan relawan lokal menjadi kunci keberlanjutan proyek. Malam itu, langit Indramayu tak hanya dihiasi bintang, tetapi juga titik-titik lampu dari 452 rumah yang pertama kali bersinar.
Comments (0)