Lukisan Gua Muna Berusia 67.800 Tahun Ditetapkan Tertua di Dunia

KENDARI, DETIK INI JUGA — Lukisan purba di kawasan karst Muna, Sulawesi Tenggara, resmi dikonfirmasi sebagai karya seni figuratif tertua di dunia. Hasil penanggalan terbaru menunjukkan usia fantasti...

Jul 12, 2026 - 06:05
0 0

KENDARI, DETIK INI JUGA — Lukisan purba di kawasan karst Muna, Sulawesi Tenggara, resmi dikonfirmasi sebagai karya seni figuratif tertua di dunia. Hasil penanggalan terbaru menunjukkan usia fantastis 67.800 tahun, menggeser rekor yang sebelumnya dipegang oleh situs di Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan.

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Menteri Kebudayaan di hadapan awak media, beberapa menit lalu. Ia menekankan bahwa temuan ini bukan sekadar angka, melainkan pengubah total peta peradaban manusia modern.

Rekor Dunia yang Dipecahkan

Selama ini, gua di kawasan Maros-Pangkep dikenal sebagai pemilik lukisan dinding tertua, dengan rentang usia sekitar 43.900 hingga 45.500 tahun. Namun, seri penanggalan uranium-thorium pada lapisan kalsit yang menutupi gambar di Muna menghasilkan bilangan yang jauh lebih tua.

  • Usia lukisan Muna yang baru: 67.800 tahun.
  • Mengungguli lukisan babi kutil Sulawesi di Maros yang berusia sekitar 45.500 tahun.
  • Lebih tua puluhan ribu tahun dari lukisan di Gua Chauvet, Prancis (30.000–32.000 tahun).

Angka tersebut menegaskan bahwa aktivitas artistik Homo sapiens sudah sangat mapan di Sulawesi jauh sebelum manusia modern mencapai Eropa.

Pintu Menuju Pusat Prasejarah

Menteri Kebudayaan tak hanya memuji capaian ilmiah itu. Ia langsung mendorong status baru bagi Sulawesi Tenggara. “Sultra harus menjadi pusat studi prasejarah dunia,” tegasnya. Rencana pengembangan pusat informasi dan laboratorium lapangan di Muna pun mulai dipetakan.

Beberapa langkah darurat yang disiapkan:

  • Perlindungan intensif: koordinasi dengan BRIN dan BPCB setempat untuk sterilisasi situs.
  • Pengajuan nominasi: memasukkan Kawasan Karst Muna ke dalam daftar Warisan Dunia UNESCO.
  • Pusat riset kolaboratif: membuka akses bagi arkeolog global untuk melakukan ekskavasi lanjutan.

Saksi mata di sekitar gugusan gua melaporkan peningkatan aktivitas evakuasi pengunjung liar sejak status baru ini diumumkan. “Kami langsung memasang pembatas semi-permanen sambil menunggu instruksi pusat,” ujar seorang petugas lokal yang enggan disebutkan namanya.

Makna Lukisan: Adegan Berburu Mitologis

Lukisan di Muna tidak sekadar goresan abstrak. Panel-panel besar menggambarkan sosok manusia dengan perisai, hewan buruan menyerupai anoa purba, serta figur setengah manusia—yang oleh beberapa peneliti disebut sebagai penggambaran tertua makhluk mitologis manusia. Jika interpretasi ini benar, maka revolusi kreativitas yang diyakini baru muncul pada zaman es di Eropa sebenarnya telah berpijar di garis khatulistiwa puluhan milenia lebih awal.

Data sementara dari tim lapangan menunjukkan setidaknya ada 12 panel gambar di tiga ceruk berbeda, semuanya dibuat dengan teknik oker merah yang identik dengan tradisi seni cadas Sulawesi.

Respons Publik dan Akademik

Komunitas arkeolog Indonesia menyambut temuan ini sebagai “kejutan paling siginifikan dalam dua dekade”. Namun, banyak yang memperingatkan pentingnya verifikasi silang menggunakan metode penanggalan argon-argon pada pelapisan mineral di sekitar gambar. Pemerintah berjanji akan mendanai penelitian lanjutan tanpa hambatan birokrasi.

Sementara itu, warga Muna menggelar syukuran dadakan. Tokoh adat berharap lonjakan perhatian ini tidak merusak kesakralan situs. “Kami ingin dunia tahu, tapi jangan sampai gua kami dijarah,” ujar salah satu tokoh.

Dengan status baru ini, Sulawesi tidak lagi sekadar pulau di garis Wallace. Ia adalah ibu kota seni dan imajinasi manusia paling awal yang pernah ditemukan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User