BARU SAJA: Polisi Ungkap Identitas Pengirim Teror Bom SDN Jaksel
BARU SAJA, Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan mengonfirmasi telah mengantongi identitas terduga pengirim ancaman bom ke sebuah sekolah dasar negeri di kawasan Jagakarsa.Berdasarkan informasi yang ...
BARU SAJA, Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan mengonfirmasi telah mengantongi identitas terduga pengirim ancaman bom ke sebuah sekolah dasar negeri di kawasan Jagakarsa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, teror tersebut ditujukan ke SDN Srengseng Sawah 15 Pagi. Ancaman itu sempat memicu kepanikan dan respons cepat aparat keamanan.
Menurut keterangan saksi mata, ancaman bom pertama kali diketahui sekitar pukul 06.30 WIB. Sebuah pesan mencurigakan ditemukan tertempel di gerbang sekolah yang mengklaim telah menanam bahan peledak dan akan diledakkan pada jam tertentu. Pesan itu segera dilaporkan ke Bhabinkamtibmas.
Dalam tempo kurang dari 15 menit, tim gabungan Polsek Jagakarsa sudah berada di lokasi. Seluruh aktivitas pagi dihentikan. Perimeter pengamanan segera dipasang untuk mencegah akses warga yang tidak berkepentingan.
Hasil Penyisiran: Nihil Bahan Peledak
Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Polda Metro Jaya bersama Satreskrim langsung dikerahkan begitu laporan diterima. Penyisiran menyeluruh di seluruh sudut sekolah memastikan tidak ditemukan satu pun material berbahaya. Situasi dinyatakan aman setelah pemeriksaan intensif selama lebih dari satu jam.
Proses sterilisasi melibatkan anjing pelacak K-9 dan peralatan pendeteksi canggih. Polisi memprioritaskan ruang kelas, laboratorium, dan area bermain. Tidak ada proses evakuasi besar-besaran karena ancaman terdeteksi sebelum jam belajar dimulai.
Pelaku Masih Diburu
Meski identitas sudah dikenali, polisi belum mengumumkan secara rinci profil terduga. Unit Resmob kini memburu pelaku yang diduga kuat masih berada di wilayah Jadetabek. Sejumlah alamat yang terkait sudah dipantau ketat.
Sumber internal kepolisian menyebutkan ancaman disampaikan melalui pesan singkat yang dilayangkan ke nomor pengelola sekolah. Motif sementara mengarah pada aksi teror psikologis, bukan jaringan terorisme terorganisir.
Sekolah Beraktivitas Kembali
Pasca penyisiran, kegiatan belajar mengajar kembali berjalan normal pada siang harinya. Pihak sekolah memperketat pengawasan dengan bantuan Bhabinkamtibmas setempat. Orang tua murid diimbau tidak terprovokasi dan tetap tenang.
Kepolisian menjamin keamanan sekolah-sekolah di Jakarta Selatan akan ditingkatkan selama penyelidikan berlangsung. Patroli dialogis dengan komunitas pendidikan juga diperluas. Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk memastikan seluruh protokol keamanan di institusi pendidikan berjalan optimal.
Hingga berita ini diturunkan, pelaku masih dalam pengejaran intensif. Masyarakat diminta segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar fasilitas publik. Pihak berwajib mengimbau agar warga tidak menyebarkan hoaks dan segera melapor jika menemukan hal mencurigakan.
Baca juga:
Comments (0)