Pabrik Uang Palsu Digerebek, Rp12 Miliar Diamankan

BREAKING NEWS — Aparat kepolisian baru saja menggerebek sebuah rumah produksi uang palsu di kawasan pinggiran Jakarta Timur. Operasi senyap yang berlangsung dini hari tadi berhasil mengamankan baran...

Jul 15, 2026 - 01:04
0 0
Pabrik Uang Palsu Digerebek, Rp12 Miliar Diamankan

BREAKING NEWS — Aparat kepolisian baru saja menggerebek sebuah rumah produksi uang palsu di kawasan pinggiran Jakarta Timur. Operasi senyap yang berlangsung dini hari tadi berhasil mengamankan barang bukti senilai lebih dari Rp12 miliar dalam pecahan Rp100 ribu.

Kronologi Penggerebekan

Tim gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dan Badan Intelijen Negara menggerebek rumah dua lantai di Perumahan Griya Asri, Ciracas, sekitar pukul 03.00 WIB. Penggerebekan ini merupakan hasil penyelidikan intensif selama tiga bulan terakhir setelah adanya laporan peredaran uang palsu di pasar-pasar tradisional Jakarta dan Bekasi.

Kepala Polda Metro Jaya, dalam konferensi pers mendadak pagi ini, mengonfirmasi bahwa pihaknya menangkap empat orang tersangka di lokasi. "Mereka tercatat sebagai jaringan produsen yang telah beroperasi lebih dari satu tahun," ujarnya. Dua tersangka diamankan saat sedang mencetak, dua lainnya berusaha kabur namun berhasil diringkus di pekarangan belakang.

Barang Bukti Disita

  • Uang palsu siap edar: Rp8,5 miliar dalam pecahan Rp100.000, dikemas dalam 17 dus.
  • Bahan baku: 200 rim kertas khusus menyerupai uang asli.
  • Peralatan produksi: 4 mesin cetak offset, 2 mesin potong otomatis, plat cetakan hologram.
  • Komputer dan desain grafis: 3 unit PC berisi file master uang rupiah dan dolar.

Tidak hanya rupiah, polisi juga menemukan 23.000 lembar dolar AS palsu pecahan $100 yang siap dikirim ke luar negeri. Peredaran ini diduga melibatkan jaringan lintas provinsi dan satu negara tetangga.

Modus Operasi Canggih

Investigasi awal mengungkap bahwa rumah produksi ini didesain kedap suara dan dilengkapi sistem keamanan canggih. Para pelaku menggunakan teknik cetak offset dengan presisi tinggi sehingga uang palsu yang dihasilkan hampir tidak bisa dibedakan secara kasat mata. Mereka bahkan meniru benang pengaman dan tanda air menggunakan bahan kimia khusus yang diimpor secara ilegal.

Polisi menambahkan, jaringan ini menjual uang palsu dengan rasio 30% dari nilai nominal kepada pemesan. Dalam setahun terakhir, diperkirakan lebih dari Rp50 miliar uang palsu sudah tersebar di masyarakat, sebagian besar melalui transaksi tunai di sektor informal.

Respons Pemerintah

Gubernur Bank Indonesia langsung memberikan apresiasi kepada kepolisian dan meminta masyarakat lebih waspada. "Kami akan meningkatkan fitur keamanan uang rupiah dan mensosialisasikannya secara masif," katanya. Pihaknya juga mengimbau penggunaan transaksi digital untuk mengurangi risiko peredaran uang palsu.

Keempat tersangka kini menghadapi Pasal 244 juncto 245 KUHP tentang pemalsuan uang dengan ancaman hukuman seumur hidup. Polisi masih memburu dua otak pelaku yang diduga berada di luar negeri. "Ini masih pengembangan, kami akan bongkar sampai ke akarnya," tegas Kapolda.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User