DPR RI: Keselamatan Mutlak, Pendakian Ilegal Merapi Tak Bisa Ditoleransi
JAKARTA — DPR RI BARU SAJA menegaskan bahwa aspek keselamatan dalam setiap aktivitas pendakian Gunung Merapi bersifat mutlak dan tidak dapat dikompromikan. Sikap ini disampaikan menyusul maraknya pe...
JAKARTA — DPR RI BARU SAJA menegaskan bahwa aspek keselamatan dalam setiap aktivitas pendakian Gunung Merapi bersifat mutlak dan tidak dapat dikompromikan. Sikap ini disampaikan menyusul maraknya pendakian ilegal yang mengabaikan potensi bahaya mematikan dari gunung api paling aktif di Indonesia itu.
Ancaman Nyata dari Perut Merapi
Berdasarkan rekomendasi resmi yang dihimpun, potensi ancaman berupa guguran lava pijar dan awan panas bersuhu tinggi masih mengintai sejumlah wilayah di sekitar puncak. Wilayah rawan tersebut meliputi sektor barat daya hingga tenggara yang sewaktu-waktu bisa diterjang luncuran material vulkanik tanpa peringatan dini.
Tim mitigasi mencatat, dalam sepekan terakhir, aktivitas kegempaan dan deformasi masih fluktuatif. Status Siaga Level III yang disandang Merapi tidak memberi ruang bagi aktivitas pendakian apa pun, bahkan untuk kepentingan non-ilmiah. Namun, fakta di lapangan menunjukkan puluhan pendaki nekad menembus batas radius bahaya 5 kilometer.
DPR Desak Penindakan Tanpa Kompromi
Anggota Komisi VIII DPR RI yang membidangi kebencanaan menekankan bahwa peringatan resmi bukanlah pajangan. "Keselamatan jiwa tidak bisa ditawar-tawar. Setiap nyawa yang hilang akibat pendakian ilegal adalah tamparan bagi kita semua yang abai menegakkan aturan," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima Kamis pagi.
Legislator itu menyoroti lemahnya pengawasan di jalur-jalur tikus yang kerap dimanfaatkan pendaki gelap. Rekomendasi resmi menyebutkan potensi guguran lava dan awan panas masih mengancam, sehingga setiap pelanggaran adalah bentuk bunuh diri terencana. Ia mendesak aparat gabungan dari TNI, Polri, dan Balai Taman Nasional Gunung Merapi untuk memperketat patroli dan menjatuhkan sanksi tegas, termasuk pidana jika perlu.
DPR juga meminta pemerintah daerah setempat untuk menyediakan rambu larangan yang lebih masif dan sosialisasi berbasis komunitas. "Kita tidak boleh kalah oleh hasrat berpetualang yang tidak bertanggung jawab. Nyawa tidak bisa digantikan oleh likes di media sosial," tegasnya.
Kronologi Pelanggaran Berulang
Data dari pos pengamatan mencatat sedikitnya 17 pendaki ilegal berhasil diamankan dalam dua operasi terpisah bulan ini. Mayoritas adalah pendaki muda yang tergiur keindahan kawah dari jarak dekat tanpa memahami risiko fatal. Mereka masuk melalui jalur Kalitengah dan Kinahrejo saat malam hari untuk menghindari petugas.
Awan panas Merapi dapat meluncur hingga kecepatan 200 km per jam dengan suhu mencapai 600 derajat Celsius. Tidak ada teknologi evakuasi yang mampu menyelamatkan seseorang yang berada dalam radius jangkauan luncuran langsung. Fakta ini diperkuat oleh rekomendasi resmi yang menjadi acuan seluruh pemangku kepentingan.
Komitmen Keselamatan di Atas Segalanya
Dengan penegasan DPR ini, diharapkan tidak ada lagi celah bagi pendakian ilegal. Semua pihak, termasuk pengelola wisata dan biro pendakian, wajib mematuhi zona larangan. Keselamatan bukan sekadar imbauan, melainkan mandat konstitusi yang harus dijaga bersama.
Merapi saat ini tetap menyandang status siaga. Potensi guguran lava dan awan panas yang direkomendasikan secara resmi bukanlah ramalan kosong. Ini adalah peringatan dari alam yang harus dihormati. Dewan menutup pernyataan dengan seruan: jangan jadikan gunung api sebagai panggung ego, karena sekali lengah, taruhannya adalah nyawa.
Baca juga:
Comments (0)