Iran Gempur Lima Negara Teluk, Selat Hormuz Diblokade

BREAKING NEWS — Iran melancarkan serangan besar-besaran ke lima negara Teluk yang menampung pangkalan militer Amerika Serikat pada Minggu (13/7). Selat Hormuz langsung dinyatakan tertutup total bagi...

Jul 13, 2026 - 07:02
0 0
Iran Gempur Lima Negara Teluk, Selat Hormuz Diblokade

BREAKING NEWS — Iran melancarkan serangan besar-besaran ke lima negara Teluk yang menampung pangkalan militer Amerika Serikat pada Minggu (13/7). Selat Hormuz langsung dinyatakan tertutup total bagi pelayaran internasional.

Serangan Rudal dan Drone ke Lima Negara

Militer Iran mengerahkan puluhan rudal balistik dan drone tempur ke sasaran di Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Yordania, dan Oman. Targetnya adalah instalasi militer yang digunakan pasukan AS dan koalisi sekutu. Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim operasi ini sebagai balasan atas serangan sebelumnya oleh Amerika dan Israel.

Washington segera membalas. Jet tempur dan kapal perang AS di kawasan menggempur sejumlah target militer Iran di sekitar Pelabuhan Bandar Abbas dan Pulau Qeshm. Media lokal melaporkan rentetan ledakan besar yang terdengar hingga kilometer jauhnya.

Korban Sipil dan Kecaman Negara Teluk

Di Qatar, tiga warga sipil terluka akibat pecahan proyektil yang jatuh di kawasan permukiman. Seorang anak termasuk dalam daftar korban. Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan Iran bertanggung jawab penuh dan menyebut serangan itu sebagai “pelanggaran serius terhadap hukum internasional.”

Uni Emirat Arab berhasil mencegat sebagian besar rudal dan drone yang masuk ke wilayah udaranya. Meski demikian, serpihan puing menyebabkan kerusakan kecil di beberapa titik. Bahrain, Yordania, Oman, dan Kuwait juga mengonfirmasi adanya upaya serangan, namun sistem pertahanan mereka berhasil meminimalkan dampak.

Selat Hormuz Diblokade Total

Otoritas Selat Teluk Persia yang baru dibentuk Iran mengumumkan penutupan seluruh Selat Hormuz bagi kapal asing. “Izin berlayar hanya akan diberikan setelah stabilitas dan keamanan pulih,” demikian bunyi pernyataan resmi. Selat ini merupakan jalur krusial yang dilewati sekitar 20 persen produksi minyak dunia setiap hari.

IRGC menegaskan bahwa penutupan ini perlu untuk mencegah manuver militer AS di kawasan. “Kami tidak akan ragu memperluas operasi jika agresi terhadap kedaulatan Iran berlanjut,” ujar pernyataan IRGC.

Merespons penutupan ini, harga minyak mentah di pasar global melonjak lebih dari 4% dalam hitungan menit. Trader khawatir ekspor minyak Timur Tengah akan terhambat, mengingat nyaris separuh pasokan regional melewati jalur sempit itu. Jepang dan Korea Selatan dikabarkan menggelar rapat darurat untuk mengamankan stok energi.

Analis memperingatkan bahwa blokade Selat Hormuz dapat memicu lonjakan harga energi global dan mengancam stabilitas ekonomi dunia. Situasi di Timur Tengah kini dalam kondisi sangat genting, dengan potensi eskalasi yang sulit dikendalikan. PBB dan negara-negara besar mendesak Iran dan AS untuk segera menahan diri.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User