AS Serahkan Dua Arca Buddha Abad ke-8 Jarahan Latchford ke Indonesia

WASHINGTON D.C. — Kejaksaan Amerika Serikat baru saja menyerahkan dua arca Buddha langka dari abad ke-8 ke Pemerintah Indonesia. Seremoni pemulangan berlangsung dalam konferensi pers yang digelar se...

Jul 14, 2026 - 13:11
0 0
AS Serahkan Dua Arca Buddha Abad ke-8 Jarahan Latchford ke Indonesia

WASHINGTON D.C. — Kejaksaan Amerika Serikat baru saja menyerahkan dua arca Buddha langka dari abad ke-8 ke Pemerintah Indonesia. Seremoni pemulangan berlangsung dalam konferensi pers yang digelar secara terbatas, menandai babak baru upaya global melawan perdagangan benda cagar budaya curian.

Kronologi Pengembalian

Kedua arca tersebut disita oleh otoritas AS pada tahun lalu, menyusul penyelidikan intensif terhadap jaringan penyelundupan artefak yang didalangi oleh mendiang Douglas Latchford. Latchford, seorang kolektor dan pedagang seni kenamaan asal Inggris, sebelumnya telah dijatuhi sanksi karena terlibat dalam perdagangan gelap barang antik dari Asia Tenggara. Kini, warisan kelamnya terus dibongkar melalui repatriasi aset yang diduga kuat hasil penjarahan sistematis.

Proses hukum berjalan selama berbulan-bulan. Setelah melalui verifikasi forensik dan pencocokan dengan basis data cagar budaya Indonesia, keaslian kedua arca tersebut dipastikan. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa patung-patung itu berasal dari kompleks percandian di Jawa Tengah, wilayah yang sarat dengan peninggalan Dinasti Syailendra abad ke-8. Kantor Kejaksaan Distrik New York Selatan kemudian mengeluarkan perintah penyerahan secara resmi, yang langsung direspons cepat oleh Kementerian Luar Negeri RI.

Makna Bersejarah

Arca Buddha yang dipulangkan merepresentasikan ikonografi Bodhisattva dalam tradisi Mahayana. Menurut catatan arkeologi, kedua patung ini mencerminkan kehalusan teknik pahat dan tingginya pencapaian estetika peradaban Nusantara kala itu. Material batu andesit dengan detail ornamen yang masih utuh menjadi bukti keahlian para empu abad ke-8. Kini, warisan agung tersebut akan menjalani konservasi sebelum dipamerkan untuk publik.

Langkah ini bukan yang pertama. Dalam lima tahun terakhir, Amerika Serikat telah mengembalikan puluhan benda bersejarah ke berbagai negara, termasuk Kamboja, Mesir, dan India. Namun, untuk Indonesia, pemulangan ini memiliki bobot simbolik tinggi. “Ini adalah kemenangan diplomasi budaya dan penegakan hukum internasional,” ujar seorang juru bicara yang enggan disebut namanya.

Komitmen Anti-Perdagangan

Pengembalian ini menegaskan komitmen pemerintah AS di bawah administrasi saat ini untuk memutus rantai pasar gelap barang curian. Departemen Kehakiman AS menegaskan bahwa lembaga-lembaga penegak hukum akan terus memburu siapapun yang mencoba menjual warisan peradaban secara ilegal. Kerja sama bilateral dengan Indonesia juga diperkuat melalui pertukaran intelijen dan pelatihan petugas.

Di sisi lain, Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan terus mempercepat inventarisasi benda cagar budaya yang masih berada di luar negeri. Database digital yang tengah dibangun diharapkan mampu mempermudah klaim dan proses restitusi di masa mendatang. Publik diimbau untuk melaporkan setiap informasi mencurigakan terkait penjualan artefak asal Indonesia di situs lelang internasional.

Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa kedua arca akan tiba di Tanah Air dalam hitungan pekan. Rencananya, prosesi penyambutan akan digelar di Bandara Soekarno-Hatta, melibatkan pemangku adat dan tokoh budaya. “Kita tidak boleh lengah. Kejahatan kultural ini masih mengintai, tetapi hari ini kita buktikan bahwa kerja keras tidak akan mengkhianati hasil,” ucap seorang pejabat senior yang terlibat langsung dalam negosiasi.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User