AS Lancarkan Gempuran Udara ke Pangkalan Strategis Iran
WASHINGTON, 10 MENIT LALU — Amerika Serikat resmi meluncurkan gelombang serangan udara baru ke sejumlah instalasi penting di daratan Iran. Presiden Donald Trump mengonfirmasi langsung operasi milite...
WASHINGTON, 10 MENIT LALU — Amerika Serikat resmi meluncurkan gelombang serangan udara baru ke sejumlah instalasi penting di daratan Iran. Presiden Donald Trump mengonfirmasi langsung operasi militer yang menargetkan pusat komando dan fasilitas rudal Garda Revolusi.
Instruksi Langsung dari Ruang Oval
Serangan yang dilancarkan dini hari waktu setempat ini tercatat sebagai eskalasi paling dramatis dalam konfrontasi Washington-Teheran. Pasukan Komando Sentral Amerika Serikat (CENTCOM) mengerahkan pesawat pengebom siluman B-2 Spirit dan jet tempur dari kapal induk di Teluk Persia.
Sumber militer menyebut target primer adalah kompleks bawah tanah Natanz serta markas besar Pasukan Quds di pinggiran Teheran. Rudal jelajah presisi diluncurkan secara terukur untuk melumpuhkan kemampuan rudal balistik Iran tanpa menyebabkan korban massal sipil — klaim awal yang masih diverifikasi.
Alasan Serangan: Ancaman yang ‘Tak Tertahankan’
Dalam pidato singkat yang disiarkan nasional, Trump menyatakan serangan ini merupakan respons langsung atas gelombang serangan proksi yang menewaskan lima tentara AS di Suriah pekan lalu. “Kami tidak akan membiarkan Republik Islam membahayakan personel kami. Pukulan ini hanya permulaan,” tegasnya.
Intelijen AS mengklaim telah mendeteksi pergerakan konvoi rudal Fateh-110 yang siap diluncurkan ke pangkalan sekutu di Irak. Sehingga keputusan menyerang diambil dalam hitungan jam melalui veto darurat Dewan Keamanan Nasional.
Respons Iran dan Gejolak Pasar
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyebut agresi ini sebagai “tindakan kriminal yang akan dibalas dengan energi yang belum pernah terjadi.” Sirene berbunyi di seantero Teheran, sementara pasukan pertahanan udara mencoba menangkis rudal-rudal yang masuk.
Berita ini seketika mengguncang bursa global. Harga minyak mentah Brent melonjak tajam ke angka $112 per barel, sementara indeks saham Tokyo dan London mencatat penurunan drastis. Maskapai penerbangan internasional mengalihkan rute dari wilayah udara Timur Tengah.
- Waktu serangan: Pukul 02.45 waktu Teheran
- Alat tempur: B-2 Spirit, F/A-18E/F Super Hornet, Tomahawk
- Target: Fasilitas rudal, pusat komando, gudang amunisi
- Status terkini: Evakuasi diplomat asing sedang berlangsung
Tekanan Internasional Menguat
Rusia dan Tiongkok menyerukan sidang darurat DK PBB tertutup. Sementara Perdana Menteri Inggris menyatakan “penyesalan mendalam” atas memburuknya keamanan kawasan. Kawasan Teluk langsung bersiaga penuh; Uni Emirat Arab menutup sementara Selat Hormuz untuk kapal komersial atas alasan keamanan.
Para analis keamanan global memperingatkan bahwa pola serangan kali ini menunjukkan pergeseran doktrin dari pembalasan proporsional menuju penghancuran aset strategis musuh. Jika Teheran merespons dengan rudal atau serangan siber, konflik berskala penuh hampir mustahil dicegah. Update berita ini akan kami sampaikan seiring verifikasi lapangan yang masih berjalan.
Baca juga:
Comments (0)