Warga Karawang Berburu Lailatul Qadar dengan Itikaf di Masjid
Karawang — Ribuan umat Muslim di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, memadati sejumlah masjid untuk melaksanakan ibadah itikaf pada 10 hari terakhir bulan suci
Karawang — Ribuan umat Muslim di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, memadati sejumlah masjid untuk melaksanakan ibadah itikaf pada 10 hari terakhir bulan suci Ramadhan 1443 Hijriah. Puncaknya, pada malam ke-27 yang diyakini sebagai salah satu waktu turunnya Lailatul Qadar, Masjid Asy-Syuhada di kawasan Cikampek menjadi saksi bisu kekhusyukan para jemaah yang berburu keberkahan malam seribu bulan.
Suasana Ibadah di Penghujung Ramadhan
Pantauan di lapangan pada Jumat (29/4/2022) malam, jemaah mulai berdatangan sejak usai shalat Isya. Mereka tak hanya berasal dari sekitar kompleks masjid, namun juga dari berbagai desa di Kecamatan Cikampek. Lantunan ayat suci Al-Qur'an bergema syahdu, menciptakan atmosfer spiritual yang mendalam di tengah dinginnya angin malam.
Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Asy-Syuhada menyediakan ratusan sajadah dan membentangkan karpet panjang di seluruh area serambi hingga ruang utama. Meski tampak penuh, para jemaah tetap tertib mengatur saf, menunjukkan semangat tinggi untuk memaksimalkan ibadah di penghujung Ramadhan.
“Kami sengaja datang lebih awal agar bisa mendapatkan tempat yang nyaman untuk berdzikir. Malam ini spesial, kami tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan bertemu Lailatul Qadar hanya karena mengantuk,” ujar Ahmad Fauzi (45), salah satu jemaah yang mengaku rutin itikaf setiap tahun.
Rangkaian Ibadah yang Menghidupkan Malam
Ritual itikaf yang dilakukan warga tidak sekadar berdiam diri di dalam masjid. Ada rangkaian aktivitas ibadah yang terstruktur namun tetap personal.
- Shalat Malam Berjemaah: Jemaah memulai itikaf dengan menggelar shalat tahajud berjemaah dan shalat hajat khusus, memohon ampunan serta keberkahan.
- Tadarus Al-Qur'an: Sebagian jemaah memilih membaca Al-Qur'an secara mandiri. Target khatam di 10 hari terakhir menjadi motivasi utama untuk terus melantunkan ayat suci meski mata mulai terasa berat.
- Dzikir dan Tafakur: Suasana hening pecah saat memasuki sepertiga malam terakhir. Para jemaah tampak khusyuk berdzikir, sementara sebagian lainnya melakukan muhasabah diri dengan berurai air mata.
- Sahur Bersama: Menjelang waktu imsak, pengurus masjid membagikan makanan sahur gratis. Momen ini menjadi ajang mempererat tali silaturahmi sekaligus menyegarkan fisik untuk persiapan shalat subuh.
Makna Filosofis Malam ke-27
Ustaz Abdul Karim, salah satu penceramah di Masjid Asy-Syuhada, menjelaskan bahwa malam ganjil di 10 hari terakhir, khususnya malam ke-27, memiliki keistimewaan luar biasa. Menurutnya, tanda-tanda malam Lailatul Qadar seringkali hadir dalam suasana yang tenang, udara yang sejuk namun tidak dingin menusuk, serta perasaan damai yang sulit digambarkan.
“Para malaikat turun ke bumi, mengamini doa-doa hamba yang bersungguh-sungguh. Oleh karena itu, itikaf bukan sekadar tradisi, melainkan syariat untuk memutuskan sejenak hubungan dengan hiruk-pikuk dunia dan fokus pada ridha Allah,” jelas Ustaz Abdul Karim dalam tausiah singkat sebelum shalat witir.
Masjid sebagai Pusat Peradaban Spiritual
Fenomena itikaf di Masjid Asy-Syuhada ini menunjukkan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat shalat lima waktu. Di momen-momen krusial seperti Ramadhan, masjid bertransformasi menjadi pusat peradaban spiritual. Ini adalah ruang hidup di mana umat Islam menghidupkan kembali nilai-nilai kebersamaan dan keikhlasan. Para jemaah meninggalkan sejenak gadget dan urusan pekerjaan, memilih rebahan di atas sajadah sambil merenungi kebesaran Sang Pencipta hingga fajar menyingsing.
[SOCIAL_TWEET]: Menjelang fajar, Masjid Asy-Syuhada Karawang dipenuhi jemaah yang berburu Lailatul Qadar. Suasana syahdu, doa-doa dipanjatkan dalam itikaf malam ke-27. Semoga kita semua mendapatkan keberkahan malam seribu bulan. #LailatulQadar #Itikaf #Ramadhan1443H[SOCIAL_TG]: 🌙✨ Malam ke-27 Ramadhan di Karawang! Jemaah larut dalam dzikir dan tadarus saat itikaf di Masjid Asy-Syuhada. Suasana spiritual yang bikin merinding. Doa-doa dilangitkan, semoga jadi malam penuh ampunan! 🤲
Comments (0)