Kapal KLM Nurul Salsa Kandas di Selayar, 6 Penumpang Selamat
SELAYAR — Kecelakaan laut kembali terjadi di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Kapal motor KLM Nurul Salsa yang mengangkut 46 penumpang dilapor
SELAYAR — Kecelakaan laut kembali terjadi di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Kapal motor KLM Nurul Salsa yang mengangkut 46 penumpang dilaporkan mengalami insiden hingga akhirnya kandas. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 6 orang penumpang dalam kondisi selamat, sementara operasi penyelamatan masih terkendala cuaca buruk.
Insiden terjadi pada Rabu (30/5/2023) di sekitar perairan Kecamatan Pasimarannu. Kapal yang berangkat dari Pelabuhan Pamatata menuju Desa Tanjung Lemo ini dihantam gelombang tinggi dan angin kencang hingga oleng dan akhirnya kandas di karang.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan laporan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar, berikut urutan kejadian:
- Kapal KLM Nurul Salsa bertolak dari Pelabuhan Pamatata pukul 07.00 WITA dengan membawa 46 penumpang, termasuk 3 anak-anak, serta 6 awak kapal.
- Sekitar pukul 09.30 WITA, kapal memasuki wilayah perairan dengan gelombang tinggi mencapai 3-4 meter akibat cuaca ekstrem yang melanda Selat Makassar.
- Pada pukul 10.15 WITA, kapal oleng setelah diterjang gelombang besar dari sisi kiri. Awak kapal berusaha menstabilkan namun gagal.
- Kapal kemudian kandas di Karang Bulu sekitar pukul 10.45 WITA. Penumpang mulai panik dan sebagian melompat ke laut.
- Tim SAR dari Pos SAR Selayar menerima laporan pukul 11.00 WITA dan langsung bergerak ke lokasi dengan menggunakan perahu karet dan kapal nelayan.
- Hingga pukul 14.00 WITA, tim berhasil mengevakuasi 6 penumpang yang terapung dan selamat. Sebanyak 40 penumpang lainnya masih dalam pencarian.
Evakuasi Terkendala Cuaca Buruk
Kepala Basarnas Makassar, Muhammad Rizal, mengungkapkan bahwa operasi penyelamatan sangat terhambat oleh kondisi alam. "Gelombang tinggi mencapai 4 meter, angin kencang, dan jarak pandang terbatas menjadi tantangan utama tim. Kami mengerahkan 3 unit perahu karet dan 1 helikopter untuk membantu pencarian," ujarnya dalam konferensi pers.
"Kami mengerahkan 3 unit perahu karet dan 1 helikopter untuk membantu pencarian di tengah gelombang tinggi." — Kepala Basarnas Makassar
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih berlangsung. Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI AL, Polair, dan nelayan setempat terus berupaya menjangkau titik-titik yang diperkirakan menjadi lokasi penumpang hanyut.
Data dan Fakta Penting
- Total penumpang: 46 orang (termasuk 3 balita) + 6 awak kapal
- Jumlah dievakuasi selamat: 6 orang
- Jumlah masih dalam pencarian: 40 penumpang + 6 awak kapal
- Lokasi kejadian: Perairan Kecamatan Pasimarannu, Kepulauan Selayar
- Kondisi cuaca: Gelombang 3-4 meter, angin kencang, hujan lebat
Penyebab Kecelakaan
Berdasarkan keterangan saksi dan laporan awal, dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah cuaca buruk ekstrem yang tidak dapat diantisipasi oleh nahkoda. Namun, investigasi lebih lanjut akan dilakukan oleh KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan) setempat untuk memastikan apakah kapal layak berlayar dan memenuhi standar keselamatan.
Kronologi dalam Angka
Berikut rangkuman data penting dalam tabel:
- Waktu kejadian: 30 Mei 2023, pukul 10.15 WITA
- Jarak lokasi ke daratan terdekat: sekitar 5 mil laut
- Jumlah personel SAR: 45 orang
- Armada yang dikerahkan: 3 perahu karet, 1 kapal patroli, 1 helikopter
Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menunggu data resmi dari Basarnas. Pihak keluarga korban dapat menghubungi Pos SAR Selayar di 0811-4432-321 untuk informasi terkini.
Berikut adalah tiga pertanyaan yang sering diajukan terkait kecelakaan ini:
Comments (0)