Apresiasi Komitmen Presiden, Ulza Ingatkan Bahaya Pengalihan Isu

JAKARTA — Apresiasi mengalir deras atas komitmen Presiden yang kembali menegaskan pengawalan ketat penegakan hukum. Namun di tengah dukungan itu, sebuah peringatan keras dilontarkan: publik jangan s...

Jul 13, 2026 - 06:19
0 0

JAKARTA — Apresiasi mengalir deras atas komitmen Presiden yang kembali menegaskan pengawalan ketat penegakan hukum. Namun di tengah dukungan itu, sebuah peringatan keras dilontarkan: publik jangan sampai teralihkan oleh isu buatan yang sengaja disebar untuk mengaburkan fakta perkara.

Peringatan itu disuarakan politisi senior Ulza, selang beberapa jam setelah Presiden menggelar rapat terbatas bersama pimpinan lembaga penegak hukum di Istana. Ia menilai arahan Presiden kali ini sangat lugas dan tak memberi ruang bagi siapapun untuk bermain mata dengan proses hukum.

Nyali Presiden Diacungi Jempol

Ulza menyebut keberanian Presiden dalam memerintahkan penindakan tanpa pandang bulu sebagai langkah monumental. “Presiden menunjukkan nyali. Inilah yang dinanti publik selama bertahun-tahun,” ujarnya dalam pernyataan tertulis yang diterima redaksi, Selasa sore.

Ia menambahkan, komitmen tersebut harus menjadi cambuk bagi semua aparat untuk bekerja lebih profesional dan steril dari intervensi. Publik pun diminta terus mengawal dengan memberikan kepercayaan penuh pada proses yang sedang berjalan.

Modus Pengalihan Isu Kembali Tercium

Di sisi lain, Ulza mencium gelagat mencurigakan. Serangkaian isu baru tiba-tiba merebak di media sosial dan sejumlah platform berita. Isu-isu itu, kata dia, sangat tidak relevan dengan perkara hukum yang tengah ditangani, dan justru berpotensi memecah konsentrasi aparat.

Inilah sejumlah fakta kunci yang diungkap Ulza terkait dugaan pengalihan isu:

  • Isu liar diproduksi massal saat penyidik semakin mendekati tersangka utama
  • Pola serangan selalu menyasar kredibilitas penegak hukum, bukan pada bukti perkara
  • Korban sesungguhnya adalah masyarakat yang dipaksa melupakan substansi kasus
  • Penegakan hukum harus tetap menjadi prioritas tanpa distraksi politik atau SARA

Fokus pada Substansi, Tolak Distraksi

Ulza mendesak semua pihak untuk kembali menaruh perhatian pada pokok perkara. “Jangan sampai kita justru membantu mereka yang ingin lolos dari jerat hukum dengan menyebarkan isu sampah,” tegasnya. Ia mengajak publik untuk tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi, terutama yang bermuatan provokasi.

Peringatan ini muncul seiring beredarnya narasi tidak jelas soal dugaan keretakan di internal kepolisian. Pengamat hukum dari Universitas Nasional, Budi Santoso, turut angkat bicara. “Ini strategi lawas. Saat kasus besar memasuki babak krusial, upaya pengalihan isu selalu dimainkan untuk memecah belah,” katanya.

Presiden Jadi Panglima Pemberantasan Mafia Hukum

Sebelumnya, dalam pertemuan tertutup yang juga dihadiri Jaksa Agung dan Kapolri, Presiden menekankan bahwa tidak ada satu pun warga negara yang kebal hukum. Arahan itu langsung ditindaklanjuti dengan pembentukan satuan tugas khusus yang fokus menangani mega-korupsi bernilai triliunan rupiah.

Ulza menutup pernyataannya dengan ajakan agar seluruh elemen bangsa bersatu mengawal proses hukum. “Apresiasi kita pada Presiden jangan berhenti di mulut. Kawal dengan dingin, lawan hoaks dengan fakta,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, otoritas terkait masih mendalami siapa pihak yang sengaja memproduksi isu pengalihan. Masyarakat diimbau untuk hanya mengakses informasi dari saluran resmi penegak hukum dan tidak mudah terpancing provokasi.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User