Operasi Senyap Densus 88 di Tasikmalaya, Terduga Teroris Pelaku Bom Dadaha Ditangkap
BREAKING NEWS — Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror menggelar operasi senyap di Kota Tasikmalaya dan berhasil menangkap seorang pria berinisial AAS yang diduga kuat terlibat dalam jaringan terorisme.P...
BREAKING NEWS — Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror menggelar operasi senyap di Kota Tasikmalaya dan berhasil menangkap seorang pria berinisial AAS yang diduga kuat terlibat dalam jaringan terorisme.
Penangkapan dilakukan pada Selasa pagi di sebuah rumah kontrakan di Jalan Bebedilan, kawasan Gunung Koneng, Kelurahan Cilembang. AAS ditangkap tanpa perlawanan berarti. Sejumlah personel bersenjata lengkap langsung mengepung lokasi dan mengamankan tersangka beserta sejumlah barang bukti.
Penyelidikan Terkait Ledakan Dadaha
Berdasarkan informasi awal, penangkapan ini merupakan pengembangan dari penyelidikan kasus ledakan di kawasan Dadaha, Tasikmalaya, yang terjadi beberapa pekan lalu. Ledakan tersebut diduga berasal dari bom rakitan yang ditempatkan di area publik dan menyebabkan kerusakan sejumlah fasilitas serta melukai dua warga. Polisi menduga AAS adalah perakit utama bom yang digunakan dalam aksi teror tersebut.
Densus 88 menemukan sejumlah bahan kimia, komponen elektronik, dan serpihan alat peledak di dalam rumah tersangka. Barang bukti ini disebut cukup untuk menguatkan dugaan keterlibatan AAS dalam jaringan yang merencanakan serangkaian aksi pengeboman di wilayah Priangan Timur.
Respons Aparat dan Masyarakat
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri membenarkan operasi ini namun belum memberikan pernyataan resmi. Sumber di lingkungan Densus 88 menyebutkan bahwa penangkapan ini adalah bagian dari operasi berkelanjutan untuk membongkar sel-sel terorisme yang masih aktif di Jawa Barat.
Polisi segera memasang garis polisi di sekitar rumah AAS dan melakukan penggeledahan intensif selama beberapa jam. Warga sekitar sempat dikagetkan oleh kedatangan petugas bersenjata lengkap yang tiba dengan kendaraan tak bertanda. "Kami mendengar suara ketukan keras pagi tadi, lalu melihat banyak polisi mengepung rumah itu. Warga diminta menjauh," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Keterlibatan Jaringan Teroris
Pihak berwenang menduga AAS merupakan bagian dari sel tidur Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang selama ini menjadi target operasi Densus 88 di wilayah Priangan. AAS disebut berperan sebagai perakit bom dan logistik operasi, serta diduga memiliki hubungan dengan kelompok radikal di luar Tasikmalaya. Tim investigasi kini mendalami kemungkinan adanya rencana serangan lanjutan di beberapa titik strategis.
Penangkapan ini menambah daftar operasi kontra-terorisme di Jawa Barat. Pekan lalu, Densus 88 juga mengamankan dua tersangka di Garut yang diduga menjadi funder aksi teror. Polri mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan melalui call center 110 atau aplikasi Polri Super App.
Aparat Terus Mendalami
Hingga berita ini diturunkan, tim Densus 88 masih melakukan pengembangan dan pemeriksaan terhadap tersangka di tempat aman. Tersangka ditahan tanpa batas waktu untuk kepentingan penyelidikan, khususnya guna mengungkap jaringan yang lebih luas. Pihak keamanan juga meningkatkan patroli di sejumlah lokasi vital di Tasikmalaya sebagai langkah antisipasi.
Status keamanan wilayah Tasikmalaya masih kondusif meski operasi ini menyedot perhatian publik. Polisi memastikan tidak ada ancaman langsung kepada warga, namun kewaspadaan tetap ditingkatkan menjelang momen libur dan kegiatan massal yang akan datang.
Baca juga:
Comments (0)