MN KAHMI Desak Aparat Hukum Perkuat Sinergi, Tolak Rivalitas
JAKARTA — Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam melontarkan desakan keras agar seluruh lembaga penegak hukum menghentikan gesekan yang mencuat ke publik. Organisasi alumni ini meneg...
JAKARTA — Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam melontarkan desakan keras agar seluruh lembaga penegak hukum menghentikan gesekan yang mencuat ke publik. Organisasi alumni ini menegaskan rivalitas antaraparat hanya akan merusak kepercayaan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul maraknya persepsi publik tentang ketidakharmonisan antarlembaga hukum. MN KAHMI menilai situasi ini sudah berada pada titik yang mengkhawatirkan.
Sinergi Jadi Kunci
MN KAHMI mendorong penguatan koordinasi lintas lembaga sebagai fondasi utama penegakan hukum yang kredibel. Tanpa sinergi, upaya pemberantasan kejahatan akan tumpul.
- Kolaborasi wajib: Tidak ada ruang untuk ego sektoral dalam penegakan hukum
- Persepsi rivalitas: Lembaga alumni HMI ini menolak keras narasi persaingan tidak sehat antaraparat
- Kepercayaan publik: Gesekan antarlembaga dinilai menggerus legitimasi penegak hukum di mata rakyat
"Ketika lembaga hukum terlihat saling berhadap-hadapan, yang dirugikan adalah masyarakat pencari keadilan," demikian inti pernyataan sikap yang dikeluarkan.
Desakan Konkret
MN KAHMI tidak sekadar menyampaikan keprihatinan. Organisasi ini merumuskan sejumlah tuntutan strategis yang harus segera direspons.
Pertama, pembentukan mekanisme komunikasi permanen antarlembaga hukum. Forum ini harus berfungsi sebagai ruang rutin untuk menyelaraskan langkah dan meredam friksi sebelum meledak ke ranah publik.
Kedua, penghentian total perang pernyataan melalui media. Aparat diminta menahan diri dari saling sindir yang justru mempertontonkan ketidakdewasaan institusional.
Ketiga, evaluasi menyeluruh terhadap protokol koordinasi yang ada saat ini. Banyak kasus tumpang tindih kewenangan yang seharusnya bisa dicegah dengan aturan main yang lebih jelas.
Peringatan Keras
Organisasi alumni ini juga menyampaikan peringatan tegas. Jika rivalitas terus dibiarkan, dampaknya akan menjalar ke berbagai sektor strategis nasional.
- Investasi terancam lesu akibat ketidakpastian hukum
- Indeks persepsi korupsi berpotensi merosot tajam
- Kredibilitas Indonesia di forum internasional dipertaruhkan
KAHMI sebagai organisasi kader yang telah melahirkan banyak tokoh nasional merasa bertanggung jawab moral untuk bersuara. Mereka menegaskan tidak akan tinggal diam melihat institusi hukum saling melemahkan.
"Bangsa ini butuh aparat yang bersatu padu, bukan yang sibuk bertarung satu sama lain," tegas pernyataan tersebut.
Desakan ini menjadi sinyal kuat dari elemen masyarakat sipil bahwa publik sudah jenuh dengan drama antarlembaga hukum. Warga menginginkan hasil nyata berupa keadilan, bukan pertunjukan konflik internal aparatur negara.
Baca juga:
Comments (0)