Sep 17, 2026
Hukum

2.447 Sekolah di NTT Kembali Gelar KBM Pakai Fasilitas Darurat

Sebanyak 2.447 sekolah di berbagai wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan telah mengaktifkan kembali kegiatan belajar mengajar (KBM). Kendati lonceng

2.447 Sekolah di NTT Kembali Gelar KBM Pakai Fasilitas Darurat

Sebanyak 2.447 sekolah di berbagai wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan telah mengaktifkan kembali kegiatan belajar mengajar (KBM). Kendati lonceng sekolah kembali berbunyi, mayoritas satuan pendidikan tersebut terpaksa melangsungkan proses pembelajaran di tengah keterbatasan dengan mengandalkan fasilitas darurat dan tenda-tenda penampungan sementara.

Langkah percepatan pembukaan sekolah ini diambil demi menjamin hak pendidikan anak-anak tetap terpenuhi. Pemerintah daerah bekerja sama dengan kementerian terkait kini tengah mematangkan penyaluran bantuan ruang kelas sementara (RKS) guna menggantikan sarana belajar yang rusak.

Kronologi Pemulihan Kegiatan Belajar di Nusa Tenggara Timur

Proses pemulihan aktivitas pendidikan di NTT dilakukan melalui beberapa tahapan terukur guna memastikan keselamatan para guru serta murid sebelum kembali ke lingkungan belajar:

  1. Fase Asesmen Cepat: Tim gabungan dinas pendidikan daerah dan badan penanggulangan bencana mendata 2.447 unit sekolah yang terdampak gangguan fisik bangunan sarana prasarana.
  2. Pembersihan dan Pemetaan Area Aman: Komunitas sekolah, relawan, dan aparat setempat membersihkan puing-puing material dan menandai zona aman untuk penempatan tenda darurat.
  3. Pendirian Tenda Pembelajaran Sementara: Fasilitas darurat didirikan di halaman sekolah atau lapangan terbuka terdekat untuk menampung rombongan belajar.
  4. Pembukaan KBM Terbatas: Pembelajaran resmi dimulai kembali secara bertahap dengan penyesuaian jam belajar serta kurikulum darurat.

Tantangan Belajar di Bawah Tenda Darurat

Aktivitas belajar mengajar di ruang darurat bukanlah tanpa kendala. Suhu udara yang panas di dalam tenda terpal, lantai beralaskan terpal tipis atau tanah, serta terbatasnya meja dan kursi menjadi tantangan harian yang harus dihadapi para murid dan guru. Sebagian sekolah menerapkan sistem pembagian rombongan belajar (shift pagi dan siang) demi menyiasati kapasitas ruang yang terbatas.

"Prioritas utama saat ini adalah memastikan anak-anak kembali berinteraksi dan tidak kehilangan momentum belajar. Meski memakai fasilitas darurat, semangat para pendidik dan siswa di NTT sangat luar biasa," ujar salah seorang pejabat dinas pendidikan setempat.

Rencana Pembangunan Ruang Kelas Sementara dan Rehabilitasi Permanen

Untuk meningkatkan kenyamanan serta keamanan siswa, pemerintah telah menyusun skema intervensi lanjutan bagi ribuan sekolah terdampak:

  • Penyediaan Modul RKS: Pemasangan ruang kelas modular semi-permanen yang tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem.
  • Pengiriman Perlengkapan Sekolah: Distribusi paket buku ajar, alat tulis, serta seragam bagi para murid yang kehilangan perlengkapan belajarnya.
  • Dukungan Psikososial: Pendampingan trauma healing bagi siswa guna mengembalikan kesiapan mental dalam menempuh pendidikan.
  • Rehabilitasi Gedung Permanen: Perencanaan renovasi jangka panjang gedung sekolah yang rusak berat bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum.

Pemerintah daerah mengimbau seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terus bergotong royong mendukung pemulihan fasilitas pendidikan di NTT agar KBM dapat segera kembali berlangsung di ruang kelas yang layak dan aman.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User