Warni di Jalur Utama Depok Hadirkan Pesona seperti Sakura

Kota Depok kini menyuguhkan pemandangan yang berbeda. Sejumlah ruas jalan protokol mendadak berubah menjadi lebih estetik dan menyejukkan mata. Bukan karena proyek infrastruktur baru, melainkan karen

Jul 08, 2026 - 08:48
0 0
Warni di Jalur Utama Depok Hadirkan Pesona seperti Sakura

Kota Depok kini menyuguhkan pemandangan yang berbeda. Sejumlah ruas jalan protokol mendadak berubah menjadi lebih estetik dan menyejukkan mata. Bukan karena proyek infrastruktur baru, melainkan karena mekarnya ribuan bunga Tabebuya yang menciptakan suasana khas negeri sakura di tengah hiruk-pikuk kota.

Pemandangan ini mudah dijumpai di sepanjang Jalan Margonda, Juanda, Kartini, hingga kawasan Grand Depok City (GDC). Pohon-pohon Tabebuya yang ditanam beberapa waktu lalu kini serempak berbunga. Keindahannya langsung mencuri perhatian warga yang melintas. Gradasi warna kuning cerah, merah muda lembut, hingga putih bersih berpadu dengan dedaunan hijau, menciptakan harmoni visual yang mengingatkan pada musim semi di Jepang.

Banyak warga memanfaatkan momen ini untuk berfoto. Hamparan bunga yang berguguran di trotoar dan pinggir jalan menambah kesan romantis. Tidak sedikit yang mengunggahnya ke media sosial dan menyandingkan suasana Margonda dengan jalanan di Tokyo atau Kyoto.

“Saya sengaja lewat Margonda daripada jalan tol, sekalian lihat bunganya. Rasanya seperti lagi di Jepang, padahal cuma Depok,” ujar Rizky, seorang warga yang rutin melintasi kawasan tersebut, saat diwawancarai media kami pada Rabu siang.

Campur Tangan DLHK dan Pilihan Tanaman Tepat

Penanaman pohon Tabebuya ini merupakan bagian dari program penghijauan dan penataan lanskap kota yang digagas oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok. Pemilihan Tabebuya bukan tanpa alasan. Tanaman yang berasal dari Amerika Selatan ini dipilih karena mampu berbunga lebat sekaligus tahan terhadap cuaca tropis, berbeda dengan sakura asli yang membutuhkan suhu dingin. Tabebuya sendiri memiliki beberapa varietas yang menghasilkan bunga berwarna kuning (Handroanthus chrysotrichus), merah muda (Tabebuia rosea), dan putih.

DLHK menanam pohon-pohon ini tidak hanya untuk estetika, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas udara dan mengurangi polusi. Dengan tajuk yang rindang dan siklus berbunga yang teratur, Tabebuya menjadi pilihan ideal untuk jalur hijau perkotaan. Keberadaannya diharapkan bisa menekan emisi kendaraan bermotor yang tinggi di kawasan padat lalu lintas seperti Margonda dan Juanda.

Untuk menjaga agar keindahan ini berkelanjutan, DLHK merawat pohon-pohon tersebut secara berkala. Mulai dari pemangkasan, penyiraman, hingga pemupukan dilakukan sesuai jadwal, terutama menjelang musim berbunga yang biasanya berlangsung dua hingga tiga kali dalam setahun. Puncak mekarnya biasanya berlangsung selama satu hingga dua minggu, bergantung pada kondisi cuaca.

Destinasi Dadakan yang Tengah Naik Daun

Fenomena bunga Tabebuya ini pun dengan cepat menjelma menjadi daya tarik wisata lokal dadakan. Titik-titik seperti median Jalan Margonda dan ruas Jalan Kartini yang menghubungkan Margonda dengan GDC menjadi favorit untuk sesi foto. Pada akhir pekan, banyak keluarga dan anak muda yang sengaja datang untuk mengabadikan momen, terutama saat matahari pagi menyinari kelopak-kelopak bunga yang tengah mekar sempurna.

Namun di sisi lain, pengguna jalan diimbau untuk tetap berhati-hati dan tidak berhenti sembarangan. Petugas dinas perhubungan secara berkala mengingatkan agar kendaraan tidak parkir di bahu jalan hanya untuk berfoto. Beberapa titik trotoar telah disediakan area pedestrian yang cukup lebar, sehingga warga dapat menikmati pemandangan tanpa mengganggu arus lalu lintas.

Kehadiran Tabebuya ini menandai perubahan wajah Depok yang perlahan meninggalkan citra kusam dan padat. Harapannya, inisiatif penghijauan ini terus berlanjut ke ruas-ruas jalan lainnya sehingga lebih banyak sudut kota yang dapat dinikmati sebagai ruang publik yang asri dan menenangkan.

Dengan mekarnya Tabebuya di jantung kota, Depok membuktikan bahwa transformasi ruang urban tak harus selalu melalui proyek beton dan baja. Sentuhan alami dari bunga-bunga yang dirawat dengan baik bisa menghadirkan mood baru bagi seluruh warganya. Begitulah laporan dari Beritatercepat.com mengenai fenomena Depok yang kini tengah diselimuti pesona Tabebuya yang memikat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yoga-mahendra

Editor Breaking. Editor breaking news dan peristiwa terkini.

Comments (0)

User