Warga Terpana, Kampung Tenggelam di Bendungan Karian Muncul Lagi
SURUT DRAMATIS air Bendungan Karian menguak kembali pemandangan yang telah lama hilang. Reruntuhan rumah dan bangunan tua bermunculan secara mencengangkan. Musim kemarau berkepanjangan di wilayah Leba...
SURUT DRAMATIS air Bendungan Karian menguak kembali pemandangan yang telah lama hilang. Reruntuhan rumah dan bangunan tua bermunculan secara mencengangkan.
Musim kemarau berkepanjangan di wilayah Lebak, Banten, menyebabkan permukaan air waduk turun drastis hingga 12 meter dari ambang normal. Debit air yang terus menyusut memaparkan fondasi kampung yang tenggelam sejak era pembangunan bendungan pada 2015 silam. Kondisi ini dipicu oleh minimnya curah hujan selama lima bulan terakhir.
Saksi Mata Takjub, Rumah dan Masjid Kembali Terlihat
Odon (45), warga sekitar yang sehari-hari mencari ikan, tak menyangka bisa melihat kejadian ini. "Biasanya cuma ujung menara masjid yang kelihatan kalau air lagi surut," ujarnya dengan nada takjub. Kini, puluhan unit rumah tampak jelas dengan dinding bata yang masih berdiri meskipun sudah keropos. Atap seng yang berkarat juga terlihat di beberapa bangunan.
Beberapa bangunan bahkan menyisakan perabot rumah tangga seperti kursi kayu dan lemari yang mulai lapuk dimakan usia. Konstruksi sumur dan pekarangan rumah pun ikut tersingkap, seolah menyimpan cerita yang terhenti tiba-tiba.
Nostalgia Menyelimuti Mantan Penghuni
Kemunculan kembali kampung yang dulu dikenal sebagai Kampung Cilangkap ini memicu gelombang nostalgia di kalangan mantan penghuninya. Puluhan warga yang kini menetap di pemukiman relokasi berbondong-bondong menyempatkan diri mengunjungi lokasi. Mereka ingin melihat langsung sisa-sisa kehidupan lama yang akhirnya bisa mereka tatap lagi setelah lebih dari satu dekade lamanya.
Beberapa di antaranya tak kuasa menahan haru saat menemukan jejak rumah tempat mereka dibesarkan. "Di sini dulu ada dapur, sering main hujan-hujanan," tutur seorang ibu yang enggan disebut namanya, sambil menunjuk sudut ruangan yang kini hanya tersisa semen berlumut. Ada pula yang membawa anak-cucu untuk menunjukkan asal-usul keluarga, menciptakan momen haru di tengah pemandangan yang tak biasa.
Fakta Cepat: Kampung Muncul dari Dasar Waduk
- Penurunan permukaan air Bendungan Karian terpantau mencapai 11,8 meter dari batas normal.
- Sekitar 60 struktur bangunan, termasuk masjid dan rumah penduduk, kini mencuat ke permukaan.
- Kampung ini sengaja digenangi pada 2015 sebagai bagian proyek strategis nasional penyediaan air baku.
- BMKG memprediksi musim kemarau masih akan berlangsung hingga Oktober mendatang, berpotensi memicu kekeringan lebih lanjut.
Imbauan Waspada dari Pengelola
Pihak Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian mengingatkan warga agar tidak memasuki area bekas kampung yang sudah mengering. Tanah di dasar waduk sangat labil dan berpotensi amblas sewaktu-waktu. Selain itu, kenaikan air secara mendadak bisa terjadi jika hujan turun di hulu tanpa peringatan dini.
Petugas juga mengkhawatirkan warga yang mencoba menggali atau mengambil benda-benda bersejarah yang masih terpendam di lumpur. Sejumlah pos pemantauan telah ditambahkan di sekitar lokasi untuk mencegah aktivitas berbahaya. Tim SAR juga disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.
Fenomena langka ini diperkirakan hanya akan bertahan sementara. Begitu musim penghujan tiba, seluruh kampung akan kembali tenggelam ke dasar Bendungan Karian, menyimpan kenangan di bawah permukaan air yang tenang.
Comments (0)