Warga Palestina Keluhkan Gaza Terlupakan Sejak Perang AS-Iran
Jakarta - Situasi di Jalur Gaza kian memprihatinkan seiring meletusnya konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran. Warga Palestina menyuarakan kepedihan mendalam karena merasa perjuangan dan
Jakarta - Situasi di Jalur Gaza kian memprihatinkan seiring meletusnya konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran. Warga Palestina menyuarakan kepedihan mendalam karena merasa perjuangan dan penderitaan mereka telah sepenuhnya terlupakan oleh perhatian dunia internasional.
Dunia yang sebelumnya menyoroti agresi militer di Gaza, kini seolah mengalihkan seluruh fokusnya ke ketegangan geopolitik baru di Timur Tengah. Hal ini membuat penduduk di wilayah konflik terlama tersebut merasa semakin terisolasi dan kehilangan solidaritas global.
Kami Tidak Lagi Memiliki Pembela
"Sejak Amerika Serikat berperang dengan Iran, seluruh dunia telah melupakan Gaza dan tragedinya. Kami tidak lagi memiliki siapa pun yang membela kami,"
Demikian pengakuan getir Ahmed Jamali, seorang warga Palestina berusia 53 tahun yang saat ini bertahan hidup di kamp pengungsian Gaza. Dalam laporan yang dirilis Sabtu (4/7/2026), Jamali menggambarkan betapa nestapanya kehidupan di tengah reruntuhan tanpa adanya tekanan internasional yang berarti terhadap Israel.
Menurut penuturan Jamali, situasi di lapangan semakin brutal. Ketiadaan sorotan media global dan desakan diplomatik telah menciptakan ruang impunitas bagi operasi militer yang kian meluas. Ia menekankan bahwa penduduk sipil semakin rentan terhadap kekerasan struktural yang terjadi setiap hari.
Kekosongan Aksi Global
Lebih lanjut, Jamali menyampaikan rasa frustasinya terhadap sikap diam komunitas internasional. Ia menilai bahwa absennya aksi nyata membuat pihak pendudukan semakin leluasa untuk memperluas aneksasi dan serangan tanpa hambatan.
"Kami lemah dan tertindas, dan Israel melakukan apa pun yang diinginkannya: membunuh, menghancurkan, dan menduduki Gaza, sementara tidak ada seorang pun di dunia yang berbuat apa pun," cetusnya.
Keluhan ini merefleksikan kekhawatiran mendalam bahwa penderitaan berkepanjangan di Gaza telah mengalami normalisasi. Dengan fokus militer dan politik global yang kini tersedot ke konflik AS-Iran, para pengamat dari media kami mencatat adanya penurunan drastis dalam pemberitaan maupun bantuan kemanusiaan yang menjangkau wilayah kantong padat penduduk tersebut.
Warga Palestina berharap agar tragedi kemanusiaan yang mereka alami tidak terus berlanjut dalam bayang-bayang perang yang lebih besar, dan mendesak agar organisasi dunia segera bertindak mengembalikan perlindungan terhadap hak-hak dasar mereka yang selama ini terabaikan.
Comments (0)