Monday, 24 August 2026 | 15:28 WIB

Wapres Gibran Ajak Mahasiswa UI Pulihkan Trauma Korban Gempa NTT

BARU SAJA — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tiba di Nusa Tenggara Timur untuk meninjau langsung penanganan pascabencana di wilayah terdampak gempa. Kunjungan ini dikonfirmasi sebagai bagian da...

Aug 20, 2026 - 18:50
0 1
Wapres Gibran Ajak Mahasiswa UI Pulihkan Trauma Korban Gempa NTT

BARU SAJA — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tiba di Nusa Tenggara Timur untuk meninjau langsung penanganan pascabencana di wilayah terdampak gempa. Kunjungan ini dikonfirmasi sebagai bagian dari upaya memastikan seluruh kebutuhan korban terpenuhi secara cepat.

Wapres Gibran Rakabuming Raka menegaskan pemulihan tidak berhenti pada pembangunan fisik. Perhatian khusus justru diarahkan pada kondisi psikologis warga yang masih mengalami trauma pascagempa.

Dalam kesempatan tersebut, Gibran menyampaikan ajakan kepada mahasiswa Universitas Indonesia untuk terjun langsung membantu korban. Peran mahasiswa dinilai strategis, terutama dalam pendampingan pemulihan trauma masyarakat di lokasi bencana.

  • Wapres Gibran meninjau lokasi terdampak gempa di NTT secara langsung
  • Fokus kunjungan: penanganan pascabencana dan pemulihan trauma korban
  • Mahasiswa UI didorong aktif mendampingi warga yang terdampak
  • Pemerintah memastikan bantuan dan evakuasi berjalan maksimal

Kunjungan Langsung ke Wilayah Terdampak

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan pemantauan langsung ke titik-titik yang paling terdampak gempa. Langkah ini diambil untuk memastikan bantuan benar-benar tiba di tangan warga yang membutuhkan.

Peninjauan di lapangan menjadi cara untuk mengukur sejauh mana penanganan pascabencana berjalan. Pemerintah ingin memastikan setiap tahap penanganan berjalan sesuai rencana, mulai dari evakuasi hingga pemulihan jangka panjang.

Kehadiran orang nomor dua di Indonesia itu sekaligus menjadi sinyal bahwa perhatian pemerintah terhadap NTT sangat serius. Warga di lokasi bencana menantikan kepastian bantuan yang cepat dan tepat sasaran.

Mahasiswa Sebagai Ujung Tombak Pemulihan

Gibran secara khusus mengajak mahasiswa Universitas Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam proses pemulihan. Ajakan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari strategi pendampingan jangka panjang.

Mahasiswa dinilai memiliki energi, idealisme, dan kepekaan sosial yang dibutuhkan di lokasi bencana. Kehadiran mereka diharapkan mampu menghadirkan harapan baru bagi warga yang kehilangan rumah dan harta benda.

Peran yang diharapkan tidak hanya bantuan fisik, tetapi juga pendampingan psikologis. Pendekatan yang hangat dan humanis dari generasi muda dinilai efektif membantu korban melewati masa sulit.

Pemulihan Trauma Menjadi Prioritas

Pemulihan trauma menjadi perhatian utama dalam penanganan pascabencana kali ini. Warga yang selamat dari gempa kerap mengalami tekanan psikologis berkepanjangan.

Kehilangan tempat tinggal, harta benda, hingga sanak saudara meninggalkan luka yang tidak bisa disembuhkan hanya dengan bantuan materi. Dibutuhkan pendampingan emosional yang konsisten dan berkelanjutan.

Keterlibatan mahasiswa diharapkan mampu mengisi kebutuhan tersebut. Pendampingan trauma yang dilakukan secara bertahap akan membantu korban bangkit kembali dan menjalani hidup normal.

Pemerintah menyadari bahwa proses pemulihan psikologis tidak bisa instan. Diperlukan kerja sama banyak pihak, termasuk akademisi dan generasi muda, untuk mendampingi korban dalam jangka waktu panjang.

Sinergi Pemerintah dan Dunia Kampus

Ajakan kepada mahasiswa menunjukkan terjalinnya sinergi antara pemerintah dan dunia kampus dalam penanganan bencana. Kolaborasi semacam ini dinilai efektif untuk mempercepat proses pemulihan.

Dunia kampus memiliki sumber daya manusia yang besar dan terlatih. Ketika disalurkan ke lokasi bencana, potensi itu bisa menjadi kekuatan besar bagi proses pemulihan masyarakat.

Program pendampingan oleh mahasiswa diharapkan berjalan berkelanjutan, tidak hanya saat sorotan media masih tinggi. Konsistensi menjadi kunci agar dampak yang dihasilkan benar-benar dirasakan korban.

Pemerintah berkomitmen memfasilitasi keterlibatan mahasiswa, baik dari sisi logistik maupun koordinasi di lapangan. Dukungan itu diperlukan agar program pendampingan berjalan aman dan efektif.

Perkembangan Penanganan Pascabencana

Hingga saat ini, penanganan pascabencana di NTT terus berjalan. Tim gabungan masih bekerja di lapangan untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar korban terpenuhi.

Evakuasi warga yang masih berada di zona rawan terus dilakukan. Selain itu, pemenuhan kebutuhan pangan, air bersih, dan layanan kesehatan menjadi prioritas utama tim penanganan.

Pemerintah juga memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai kebutuhan warga. Rumah-rumah yang rusak akan segera ditangani agar warga bisa kembali menempati hunian yang layak.

Perkembangan penanganan akan terus dilaporkan secara berkala kepada publik. Transparansi dinilai penting agar masyarakat dapat memantau jalannya proses pemulihan di NTT.

Warga di lokasi bencana berharap seluruh program pemulihan berjalan cepat dan tepat sasaran. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk keterlibatan mahasiswa, menjadi energi tambahan bagi korban untuk bangkit kembali.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User