Wamendagri Wiyagus Dorong Kepala Daerah Terapkan Pembiayaan Kreatif

Beritatercepat.com, Jakarta — Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Akhmad Wiyagus, secara tegas mendorong setiap kepala daerah untuk mengembangkan gaya kepemimpinan yang adaptif dalam m

Jul 08, 2026 - 04:33
0 0
Wamendagri Wiyagus Dorong Kepala Daerah Terapkan Pembiayaan Kreatif

Beritatercepat.com, Jakarta — Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Akhmad Wiyagus, secara tegas mendorong setiap kepala daerah untuk mengembangkan gaya kepemimpinan yang adaptif dalam menghadapi tantangan ekonomi global. Salah satu strategi utama yang ditekankannya adalah optimalisasi skema creative financing atau pembiayaan kreatif sebagai alternatif pendanaan pembangunan di luar ketergantungan terhadap APBD.

Dalam keterangan tertulis yang diterima media kami pada Sabtu (4/7/2026), Wiyagus menekankan bahwa efisiensi anggaran di tahun 2026 menuntut adanya terobosan dari para pemimpin daerah. Ia menyebut bahwa dinamika dan eskalasi geopolitik global yang sulit diprediksi mengharuskan kepala daerah untuk tidak hanya bertumpu pada cara-cara konvensional dalam membiayai program pembangunan.

"Kita tahu di tengah efisiensi tahun 2026 memang kepala daerah sekarang ini dituntut untuk benar-benar bisa mengimplementasikan apa yang dinamakan adaptive leadership di tengah gejolak eskalasi geopolitik global yang susah diprediksi," ujar Wiyagus.

Pembiayaan kreatif yang dimaksud mencakup berbagai instrumen di luar APBD murni, seperti kerja sama pemerintah dan badan usaha, obligasi daerah, pinjaman daerah yang produktif, hingga optimalisasi aset-aset milik pemerintah daerah yang selama ini belum termanfaatkan secara maksimal. Wamendagri menilai, dengan adanya keterbatasan fiskal yang dialami hampir seluruh daerah, inovasi dalam mencari sumber-sumber pembiayaan alternatif menjadi sangat krusial.

Menurut laporan yang dihimpun tim redaksi, Kementerian Dalam Negeri telah mendorong pemerintah daerah untuk lebih berani mengambil langkah strategis, namun tetap dalam koridor tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel. Wiyagus berulang kali mengingatkan bahwa transparansi dan akuntabilitas harus tetap menjadi prinsip dasar meskipun menggunakan skema pembiayaan kreatif yang cenderung lebih fleksibel.

Beberapa daerah di Indonesia sebenarnya sudah mulai merintis penerapan pembiayaan kreatif ini, terutama untuk proyek infrastruktur strategis, pengembangan kawasan industri, serta sektor pariwisata yang memiliki potensi menghasilkan pendapatan asli daerah dalam jangka panjang. Namun, Wamendagri melihat masih banyak kepala daerah yang ragu atau belum memahami sepenuhnya mekanisme dan regulasi yang mendukung skema ini.

Untuk itu, pihaknya berencana memperkuat sosialisasi dan memberikan pendampingan teknis kepada pemerintah-pemerintah daerah, khususnya yang memiliki kapasitas fiskal rendah. Harapannya, dengan adopsi pembiayaan kreatif yang tepat, setiap daerah dapat tetap bergerak maju tanpa harus menunggu adanya tambahan suntikan dana dari pemerintah pusat.

Wiyagus juga menekankan bahwa saat ini adalah momen yang tepat bagi kepala daerah untuk menunjukkan kemampuannya dalam membaca situasi dan merancang kebijakan pembangunan yang berkelanjutan. "Pemimpin daerah yang adaptif akan mencari solusi, bukan semata-mata mengandalkan anggaran rutin," tegasnya, menutup pernyataan resmi yang dikeluarkan akhir pekan ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
irwan-setiawan

Editor Politik. Editor politik breaking dengan update cepat.

Comments (0)

User