Waka MPR Ungkap Potensi Proyek EBT RI ke Lembaga Keuangan Internasional

Jakarta - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, melakukan serangkaian pertemuan strategis dengan lembaga keuangan internasional yang tergabung dalam Glasgow Financial Alliance for Net Ze

Jul 07, 2026 - 23:34
0 0
Waka MPR Ungkap Potensi Proyek EBT RI ke Lembaga Keuangan Internasional

Jakarta - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, melakukan serangkaian pertemuan strategis dengan lembaga keuangan internasional yang tergabung dalam Glasgow Financial Alliance for Net Zero (GFANZ). Dalam kunjungan tersebut, Eddy memaparkan berbagai peluang investasi di sektor energi bersih Tanah Air.

Melalui keterangan tertulis yang diterima media kami pada Minggu (28/6/2026), Eddy menjelaskan bahwa salah satu fokus utama dalam diskusi tersebut adalah menyampaikan komitmen kuat Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat proses transisi energi nasional. Agenda ini menjadi salah satu prioritas untuk menunjukkan keseriusan Indonesia dalam aksi pengendalian iklim global.

"Selain itu saya juga menyampaikan potensi proyek Energi Baru Terbarukan (EBT) dan peluang pembiayaan bagi bank-bank yang memiliki kepedulian tinggi terhadap green financing," kata Eddy dalam keterangan tertulisnya.

Pertemuan yang berlangsung di sela-sela gelaran London Climate Action Week ini mempertemukan legislator senior tersebut dengan jajaran eksekutif dari sejumlah institusi perbankan kelas dunia. Beberapa raksasa keuangan yang hadir dalam forum GFANZ tersebut antara lain Deutsche Bank, Citi, Standard Chartered, HSBC, MUFG, dan Bank of America. Kehadiran bank-bank tersebut menandakan tingginya minat modal global terhadap proyek keberlanjutan, khususnya di kawasan Asia Tenggara di mana Indonesia memegang peranan vital sebagai negara dengan potensi EBT yang melimpah.

Mendorong Aksi Iklim

Laporan media kami menyebutkan bahwa agenda ini merupakan bagian dari diplomasi parlemen untuk menjembatani kebutuhan pendanaan proyek hijau di Indonesia dengan likuiditas lembaga keuangan global. Pemerintah sebelumnya memang menekankan bahwa transisi energi tidak hanya membutuhkan regulasi yang adaptif, tetapi juga kolaborasi konkret dengan sektor swasta dan internasional untuk menutup celah pembiayaan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yoga-mahendra

Editor Breaking. Editor breaking news dan peristiwa terkini.

Comments (0)

User