Viral! Penghulu Jaksel Pimpin Akad Nikah Pakai 3 Bahasa, Kisah di Balik Momen Unik Ini

Jakarta - Sebuah momen pernikahan antara warga negara Indonesia (WNI), Lisa Putri Erdiyanti, dengan warga negara Korea Selatan, Lim Sang Beom, mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial. Ba

Jul 06, 2026 - 07:34
0 0
Viral! Penghulu Jaksel Pimpin Akad Nikah Pakai 3 Bahasa, Kisah di Balik Momen Unik Ini

Jakarta - Sebuah momen pernikahan antara warga negara Indonesia (WNI), Lisa Putri Erdiyanti, dengan warga negara Korea Selatan, Lim Sang Beom, mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial. Bagaimana tidak, prosesi akad nikah yang digelar di kawasan Jakarta Selatan itu dipandu oleh seorang penghulu yang fasih menggunakan tiga bahasa sekaligus.

Penghulu tersebut adalah Muhammad Zidni Ilmi, yang kesehariannya bertugas di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Setiabudi. Momen unik ini terjadi saat dirinya memimpin akad nikah pada Sabtu, 4 Juli 2026 lalu. Rekaman video prosesi tersebut langsung viral setelah diunggah ke berbagai platform media sosial pada awal pekan ini.

Kata Pertama dalam Tiga Bahasa

Berdasarkan laporan yang dirangkum media kami, momen tersebut menarik perhatian publik ketika Zidni mengawali prosesi dengan sapaan hangat dalam bahasa Korea, diikuti dengan bahasa Indonesia dan Inggris. Hal ini dilakukannya untuk mengakomodasi pihak mempelai pria dan keluarganya yang tidak begitu fasih berbahasa Indonesia.

"Annyeonghaseyo yeroebun. Jeon Achimimnida Indonesa-E osin geoseul. Jinsimeuro hwanyeonghamnida,"

Kalimat pembuka tersebut terdengar dalam sebuah video yang viral. Sapaan yang berarti selamat datang dan penghormatan kepada tamu asal Korea itu sontak membuat suasana akad nikah menjadi cair dan mendapatkan respons positif dari kedua belah pihak keluarga. Menurut Zidni, dirinya sengaja menyiapkan teks multibahasa itu jauh-jauh hari untuk memastikan kelancaran prosesi sakral tersebut.

Ramah Lintas Budaya

Zidni menceritakan kepada awak media kami bahwa ide penggunaan tiga bahasa itu muncul dari permintaan keluarga mempelai. "Keluarga besar dari pihak mempelai pria datang langsung dari Korea Selatan. Mereka ingin memahami betul setiap tahapan akad nikah. Kami di KUA Setiabudi berusaha memberikan pelayanan terbaik dengan memandu dalam bahasa Indonesia, Inggris, dan sedikit bahasa Korea yang sudah saya siapkan," jelas Zidni.

Setelah sapaan pembuka berbahasa Korea, Zidni melanjutkan pembacaan materi akad nikah dan khutbah nikah secara bilingual, menggunakan bahasa Indonesia yang kemudian diterjemahkan secara ringkas ke dalam bahasa Inggris. Hal ini semata-mata untuk memastikan bahwa pengantin pria, Lim Sang Beom, benar-benar memahami esensi dari ijab kabul dan tanggung jawab pernikahan yang tengah dijalaninya.

Pihak KUA Kecamatan Setiabudi menyambut baik viralnya momen tersebut. Mereka menilai hal ini merupakan cerminan dari profesionalisme dan semangat adaptif para penghulu dalam menghadapi pernikahan lintas negara yang semakin sering terjadi di wilayah Jakarta Selatan. Kisah ini pun menginspirasi banyak warganet yang memuji kemampuan adaptasi dan keramahan sang penghulu dalam menyatukan dua budaya dalam satu ikatan suci pernikahan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User