Veddriq Raih Emas, Antasyafi Perak di World Climbing Chamonix

CHAMONIX — Indonesia mencatatkan sejarah manis di pegunungan Alpen. Dua atlet panjat tebing nasional sukses menggamit medali emas dan perak pada nomor speed putra dalam ajang World Climbing Series C...

Jul 12, 2026 - 08:59
0 0
Veddriq Raih Emas, Antasyafi Perak di World Climbing Chamonix

CHAMONIX — Indonesia mencatatkan sejarah manis di pegunungan Alpen. Dua atlet panjat tebing nasional sukses menggamit medali emas dan perak pada nomor speed putra dalam ajang World Climbing Series Chamonix 2026, Selasa malam waktu Prancis.

Veddriq Leonardo keluar sebagai juara setelah menaklukkan partai puncak dengan catatan waktu 4,21 detik. Ia mengungguli rekan senegaranya, Antasyafi, yang harus puas di posisi kedua usai menorehkan waktu 4,33 detik. Hasil ini menegaskan dominasi Merah Putih di papan klasemen sementara seri dunia tahun ini.

Jalur Cepat Sang Juara

Sejak babak kualifikasi, Veddriq langsung tancap gas. Pemanjat kelahiran Pontianak itu konsisten mencatatkan waktu di bawah 5 detik. Di perempat final, ia menyingkirkan wakil tuan rumah, Pierre Leblanc, dengan margin tipis 0,09 detik. Semifinal menjadi ajang pembuktian saat ia menghadapi unggulan asal Korea Selatan, lalu melesat ke final dengan waktu 4,19 detik.

Performa Antasyafi pun tak kalah garang. Pemanjat asal Jawa Timur ini mengejutkan publik dengan determinasi tinggi. Meski sempat terpeleset di fase awal final, ia masih membukukan waktu yang membawanya meraih perak pertamanya di seri Chamonix.

Dua Sisi Koin Final Sesama Merah Putih

Laga final yang mempertemukan dua kompatriot ini menjadi suguhan langka bagi penggemar panjat tebing dunia. Keduanya sudah saling memahami ritme dan teknik masing-masing, sehingga menyajikan duel sarat presisi. Tidak ada beban psikologis berarti, namun tensi tetap tinggi karena gengsi pribadi dan perburuan poin kualifikasi Olimpiade.

“Saya bersyukur bisa kembali naik podium tertinggi. Ini hasil kerja keras tim dan dukungan seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Veddriq usai pengalungan medali. Sementara itu, Antasyafi bertekad akan terus memperbaiki waktu start dan transisi gerakan di seri-seri berikutnya.

Kejutan Dini Hari, Reaksi Cepat

Kesuksesan ini langsung disambut gegap gempita oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI). Sekretaris Jenderal FPTI menyebutkan bahwa pencapaian di Chamonix menjadi sinyal kesiapan menuju Asian Games 2026 dan kejuaraan dunia di Seoul, September mendatang. “Ini bukti bahwa atlet kita bukan sekadar partisipan, tapi kandidat juara di level global,” tegasnya.

Dengan tambahan 100 poin untuk Veddriq dan 80 poin untuk Antasyafi, Indonesia semakin kokoh di peringkat kedua klasemen negara pada nomor speed, hanya terpaut lima angka dari Tiongkok. World Climbing Series selanjutnya akan bergulir di Salt Lake City, Amerika Serikat, pada awal Agustus. Tim pelatih menyatakan akan memanfaatkan jeda ini untuk pemulihan dan pemantapan strategi, termasuk simulasi start elektrik yang kerap menjadi kendala kecil bagi para pemanjat.

FAKTA KUNCI

  • Veddriq Leonardo (emas) – 4,21 detik
  • Antasyafi (perak) – 4,33 detik
  • Posisi Indonesia naik ke peringkat 2 klasemen negara
  • Ini medali emas ketiga Veddriq di World Climbing Series 2026

Keberhasilan ini menegaskan bahwa Indonesia masih menjadi kiblat baru speed climbing dunia. Dukungan infrastruktur dan pembinaan berjenjang yang dilakukan dalam lima tahun terakhir tampak mulai membuahkan hasil secara konsisten di berbagai panggung internasional.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User