Tukang Parkir Beberkan Detik Penemuan Mayat Sutrimo di Klinik
JAKARTA — Seorang juru parkir menjadi saksi kunci pengungkapan penemuan jenazah Sutrimo (45) di sebuah klinik di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu dini hari. Kesaksiannya membuka tabir p...
JAKARTA — Seorang juru parkir menjadi saksi kunci pengungkapan penemuan jenazah Sutrimo (45) di sebuah klinik di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu dini hari. Kesaksiannya membuka tabir peristiwa yang kini tengah didalami aparat kepolisian.
Kronologi Mencekam
Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula sekitar pukul 03.30 WIB ketika ia tengah berjaga di area parkir klinik tersebut. Ia mendengar suara gaduh dari dalam bangunan yang biasanya sepi pada jam-jam tersebut. Tak lama, seorang pria berlari keluar dari pintu samping klinik dengan gerak-gerik mencurigakan.
"Saya langsung curiga karena klinik sudah tutup sejak pukul 21.00. Saya coba intip lewat jendela, dan saya melihat sesosok tubuh tergeletak di lorong," ujar saksi yang namanya dirahasiakan demi keamanan penyelidikan.
Saksi kemudian menghubungi ketua keamanan setempat, yang lantas meneruskan laporan ke Polsek Kebayoran Baru. Tim Inafis tiba di lokasi hanya 20 menit setelah laporan diterima.
Fakta-Fakta Kunci
- Waktu kejadian: Sekitar pukul 03.30 WIB, Rabu dini hari.
- Lokasi: Klinik swasta di Jalan Arteri, Kebayoran Baru.
- Korban: Sutrimo, 45 tahun, warga setempat, bukan pasien klinik.
- Kondisi tubuh: Ditemukan dengan sejumlah luka lebam di bagian kepala dan leher.
- Saksi kunci: Juru parkir yang melihat pelaku melarikan diri.
Respons Kepolisian
Kapolsek Kebayoran Baru, AKP Derry Indra, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah mengusut tuntas kasus ini. "Kami sudah mengantongi ciri-ciri terduga pelaku berdasarkan keterangan saksi. Beberapa barang bukti telah diamankan dari lokasi, termasuk rekaman CCTV yang sedang dianalisis," tegasnya.
Polisi juga telah memeriksa tiga orang petugas klinik yang bertugas pada malam kejadian. Hasil visum sementara menunjukkan korban meninggal akibat trauma benda tumpul pada bagian kepala. Tidak ditemukan tanda-tanda perampokan, mengarahkan dugaan pada motif personal.
"Kami masih menunggu hasil autopsi penuh. Ini perkembangan terbaru," tambah AKP Derry.
Latar Belakang Korban
Informasi yang dihimpun menyebutkan Sutrimo dikenal sebagai pedagang kelontong di sekitar lokasi. Ia tidak memiliki rekam medis di klinik tersebut. Istri korban, yang datang ke lokasi, mengaku heran dengan kejadian itu. "Suami saya tidak ada masalah dengan siapa pun," katanya singkat.
Warga sekitar mengaku kaget. "Klinik itu biasanya aman, tidak pernah ada kejadian seperti ini," kata seorang tetangga yang enggan disebut namanya.
Langkah Selanjutnya
Hingga berita ini diturunkan, polisi belum menetapkan tersangka. Namun, penyelidikan terus berlanjut dengan fokus pada pengejaran pelaku yang terekam kamera pengawas. Pihak klinik belum memberikan pernyataan resmi. Kasus ini mengguncang warga Kebayoran Baru yang menuntut pengungkapan cepat.
Comments (0)