Trump Bakal ke Ankara, Netanyahu Desak AS Tidak Jual Jet F-35 ke Turki
Jakarta - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan desakan keras kepada Amerika Serikat agar membatalkan kemungkinan penjualan jet tempur canggih F-35 atau komponennya ke Turki. Perin
Jakarta - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan desakan keras kepada Amerika Serikat agar membatalkan kemungkinan penjualan jet tempur canggih F-35 atau komponennya ke Turki. Peringatan ini disampaikan di tengah rencana kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Ankara untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi NATO.
Menurut informasi yang dihimpun media kami, Trump dijadwalkan bertolak ke Ankara pada Senin (6/7/2026) sore waktu setempat. Kunjungan tersebut dinilai Ankara sebagai peluang strategis untuk melobi Washington demi mengamankan akuisisi puluhan jet tempur siluman tersebut, serta memuluskan penerimaan kembali ke program pengembangan F-35 setelah sebelumnya dicoret pada 2019.
Netanyahu dengan tegas menentang rencana itu. Ia mengingatkan bahwa memberikan akses teknologi militer mutakhir kepada pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan, yang secara vokal menentang eksistensi Israel, akan mengubah peta keseimbangan kekuatan di kawasan Timur Tengah secara drastis.
"Adalah sebuah kekeliruan besar jika Washington memberi imbalan kepada seseorang yang secara terbuka menyerukan penghancuran Israel dengan menyerahkan teknologi militer paling sensitif," ujar Netanyahu, dikutip dari keterangan yang diperoleh media kami.
Ketegangan diplomatik antara Israel dan Turki telah memanas dalam beberapa tahun terakhir. Erdogan dikenal sebagai salah satu pemimpin dunia yang paling keras mengkritik kebijakan Israel terhadap Palestina, bahkan berulang kali melabeli Zionisme sebagai "kejahatan terhadap kemanusiaan". Retorika ini menjadi dasar kekhawatiran keamanan Tel Aviv jika Ankara berhasil membangun armada siluman yang superior di udara.
Di sisi lain, Ankara beralasan bahwa modernisasi alat pertahanan merupakan kebutuhan mutlak sebagai anggota NATO yang ingin menjaga interoperabilitas dengan aliansi. Turki sebelumnya telah memesan lebih dari 100 unit F-35 sebelum dikeluarkan dari program menyusul keputusannya membeli sistem pertahanan rudal S-400 buatan Rusia. Jika Trump dan tim negosiasinya melunak, dikhawatirkan akan membuka kotak pandora perlombaan senjata baru di Mediterania Timur dan sekitarnya, yang selama ini dikuasai superioritas udara Israel.
Comments (0)