Tinggalkan Karier Cemerlang di Dunia Kripto, Joey Low Pilih Selamatkan Warisan Kuliner Keluarga yang Hampir Runtuh
Keputusan besar tak selalu lahir dari logika, melainkan dari panggilan hati. Inilah yang dialami seorang perempuan muda asal Singapura yang rela melepas jabatan mentereng dengan gaji miliaran rupiah
Keputusan besar tak selalu lahir dari logika, melainkan dari panggilan hati. Inilah yang dialami seorang perempuan muda asal Singapura yang rela melepas jabatan mentereng dengan gaji miliaran rupiah demi menyelamatkan bisnis daging panggang warisan keluarganya.
Joey Low, 30 tahun, sebelumnya menjabat sebagai manajer produk di OKX, salah satu bursa aset kripto terkemuka dunia. Dari posisi itu, ia mengantongi pendapatan enam digit dolar Singapura per tahun—setara miliaran rupiah jika dikonversi. Namun pada 2024, fokus dan prioritas hidupnya berubah total.
“Saya tidak bisa melihat bisnis yang telah dibangun dengan susah payah oleh ayah saya lenyap begitu saja. Darah dan keringatnya ada di setiap iris daging,” ujar Joey dalam laporan eksklusif yang dikutip media kami, merujuk pada wawancaranya dengan media Singapura.
Usaha keluarga bernama Hup Cheong Roasted Food itu telah berdiri sejak puluhan tahun lalu. Bisnis ini dikenal dengan sajian daging babi panggang siobak dan charsiu yang legendaris di kalangan pencinta kuliner setempat. Namun, pengelolaan yang serba manual dan tekanan finansial semasa pandemi membuat bisnis tersebut berada di ujung tanduk. Saat itulah Joey merasakan tanggung jawab moral yang lebih besar daripada sekadar karier pribadi.
Ia tidak serta merta terjun tanpa rencana. Bekal pengalaman di industri teknologi justru menjadi senjata rahasianya. Joey menerapkan sistem manajemen stok berbasis data, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta memperluas kehadiran digital Hup Cheong melalui pemesanan daring dan kolaborasi dengan platform layanan antar. Dalam waktu singkat, bisnis yang tadinya nyaris sekarat mulai menunjukkan denyut nadi baru. Omzet perlahan merangkak naik, dan yang lebih penting, pelanggan lama kembali menemukan rasa yang mereka rindukan.
Keputusan Joey menuai beragam reaksi. Banyak yang menganggapnya gegabah meninggalkan zona nyaman di sektor kripto yang sedang naik daun. Namun, bagi Joey, nilai bisnis keluarganya tak bisa diukur semata dari nominal gaji. “Uang bisa dicari lagi, tapi warisan keluarga hanya ada satu. Kalau bukan saya yang meneruskan, lalu siapa?” tegasnya.
Sikap ini menjadi cerminan langka di tengah generasi muda yang kerap lebih memilih karier global ketimbang bisnis tradisional orang tua. Cerita Joey pun mengundang diskusi hangat tentang relevansi usaha keluarga, transformasi digital di sektor makanan, dan makna kesuksesan yang sesungguhnya.
Kini, Hup Cheong Roasted Food tak hanya bertahan, tetapi mulai merintis ekspansi kecil-kecilan. Joey membuktikan bahwa kombinasi antara hati dan teknologi mampu menyelamatkan peninggalan berharga dari ambang kepunahan. Menurut pantauan Beritatercepat.com, langkah Joey Low menjadi salah satu contoh nyata bagaimana generasi baru bisa menjembatani tradisi dan inovasi dengan cara yang menginspirasi.
Comments (0)