BERITATERCEPAT.COM, BANTEN — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap delapan orang yang dilaporkan hilang di Perairan Selat Sunda kini memasuki babak akhir. Tim SAR Gabungan mengerahkan seluruh armada terbaiknya pada Kamis (17/9/2026) untuk menyisir titik koordinat terakhir hilangnya rombongan yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak kapal tersebut.
Hari ini menandai pencarian hari ke-10 sekaligus batas akhir masa perpanjangan operasi SAR. Sebelumnya, tim telah memperpanjang operasi selama tiga hari setelah masa pencarian standar tujuh hari belum membuahkan hasil signifikan terkait keberadaan para korban.
Kronologi Hilangnya Rombongan Jurnalis
Berdasarkan catatan Basarnas, rangkaian insiden bermula saat kapal motor yang membawa rombongan peliput melintasi jalur laut Selat Sunda menuju kawasan Kepulauan Krakatau. Berikut kronologis kejadian:
- 7 September 2026 (Pukul 08.30 WIB): Kapal motor bertolak dari dermaga di pesisir Banten menuju perairan Selat Sunda untuk agenda liputan khusus maritim.
- 7 September 2026 (Pukul 14.15 WIB): Komunikasi terakhir tercatat antara nakhoda kapal dan stasiun radio pantai saat cuaca dilaporkan mulai memburuk secara mendadak.
- 7 September 2026 (Pukul 17.00 WIB): Pihak keluarga dan instansi media melaporkan kehilangan kontak resmi kepada pihak berwenang setelah kapal tak kunjung tiba di titik singgah.
- 8–14 September 2026: Operasi SAR tahap pertama resmi digelar dengan melibatkan puluhan personel dari Basarnas, TNI AL, Polairud, serta potensi SAR lokal.
- 15–17 September 2026: Masa perpanjangan operasi tiga hari dibuka atas permohonan keluarga dan evaluasi teknis tim gabungan di lapangan.
Pengerahan Armada Penuh di Hari Penentuan
Memanfaatkan waktu tersisa, tim gabungan memperluas radius penyisiran hingga mencakup perairan perbatasan Banten hingga Lampung Selatan. Berbagai instrumen canggih pendeteksi bawah laut dioperasikan guna memindai anomali di dasar laut.
"Kami memaksimalkan seluruh kekuatan di hari penutupan ini. Fokus utama penyisiran mencakup area seluas 250 mil laut persegi, didukung pemindaian sonar bawah air dan pemantauan udara."
Adapun rincian sumber daya yang diterjunkan pada operasi hari terakhir ini meliputi:
- KN SAR Basarnas dan kapal patroli cepat Polairud untuk patroli laut lepas.
- Helikopter SAR untuk pemantauan visual dari udara sepanjang garis pantai.
- Peralatan Sonar dan Magnetometer untuk mendeteksi kerangka kapal di kedalaman laut.
- Regu Relawan Pesisir yang menyusuri pulau-pulau kecil di sekitar gugusan Krakatau.
Tantangan Cuaca dan Evaluasi Penutupan Operasi
Kondisi hidrometeorologi di Selat Sunda menjadi tantangan terberat selama sepuluh hari misi berlangsung. Arus bawah laut yang sangat kuat, gelombang pasang setinggi 2,5 hingga 4 meter, serta angin kencang berulang kali menghambat pergerakan penyelam dan perahu karet.
Hingga Kamis petang, tim SAR Gabungan dijadwalkan menggelar rapat koordinasi bersama keluarga korban dan pihak terkait untuk menentukan status akhir operasi pencarian. Apabila tanda-tanda korban tetap tidak ditemukan hingga batas waktu operasional berakhir, operasi SAR kemungkinan besar akan ditutup secara resmi, namun tetap terbuka untuk dibuka kembali sewaktu-waktu jika ditemukan petunjuk baru di masa mendatang.
Comments (0)