Sep 17, 2026
Nasional

Negara Berkembang Jadi Motor Utama Pergeseran Konsumsi Energi Global

Lanskap energi dunia tengah mengalami transformasi struktural yang signifikan. Jika selama beberapa dekade terakhir negara-negara maju mendominasi pemanfaa

Negara Berkembang Jadi Motor Utama Pergeseran Konsumsi Energi Global

Lanskap energi dunia tengah mengalami transformasi struktural yang signifikan. Jika selama beberapa dekade terakhir negara-negara maju mendominasi pemanfaatan energi dunia, kini peta konsumsi global bergeser secara masif ke arah negara-negara berkembang dan pasar negara berkembang (emerging markets).

Akselerasi industrialisasi, pertumbuhan populasi yang pesat, serta ekspansi urbanisasi menjadi katalis utama yang mendorong negara-negara di Asia, Afrika, dan Amerika Latin mengambil alih peran sentral dalam dinamika pasokan dan permintaan energi internasional.

Kronologi Pergeseran Peta Energi Global

Perubahan pola konsumsi energi global berlangsung secara bertahap namun eksponensial dalam dua dekade terakhir. Berikut adalah kronologi tren pergeseran konsumsi energi dunia:

  1. Era 2000-an Awal: Negara-negara anggota OECD (Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi) menguasai lebih dari 55 persen pangsa konsumsi energi primer global, didorong oleh aktivitas manufaktur dan konsumsi domestik di negara Barat.
  2. Dekade 2010-an: Terjadi titik balik ketika laju permintaan energi di negara maju mulai mendatar (plateau) akibat efisiensi energi, sementara konsumsi di kawasan Asia-Pasifik, terutama Tiongkok dan India, melonjak tajam hingga menyumbang lebih dari 40 persen pertumbuhan global.
  3. Dekade 2020-an hingga Kini: Negara berkembang resmi menjadi motor utama penggerak konsumsi energi dunia, menyumbang lebih dari 80 persen total pertumbuhan permintaan energi global tahunan.
"Pusat gravitasi permintaan energi dunia telah berpindah secara permanen. Pertumbuhan ekonomi di Asia Selatan dan Asia Tenggara menuntut pasokan energi yang jauh lebih besar guna menopang infrastruktur dan mobilitas masyarakat," ujar pengamat energi global dalam keterangannya.

Faktor Pendorong Lonjakan Permintaan di Negara Berkembang

Berdasarkan data dan kajian komprehensif, beberapa faktor kunci yang mempercepat pergeseran ini meliputi:

  • Pertumbuhan Demografi dan Urbanisasi: Penambahan jutaan penduduk kelas menengah baru di kawasan berkembang memicu peningkatan tajam dalam kepemilikan kendaraan bermotor, penggunaan pendingin udara, dan elektrifikasi rumah tangga.
  • Sentra Manufaktur Dunia: Relokasi dan ekspansi basis industri manufaktur ke negara-negara berkembang membutuhkan pasokan daya listrik berskala raksasa secara stabil dan berkesinambungan.
  • Pembangunan Infrastruktur Masif: Proyek konektivitas transportasi, kawasan industri baru, serta pusat data (data center) menyerap konsumsi bahan bakar dan listrik dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dilema Ketahanan Energi dan Target Dekarbonisasi

Pergeseran ini menempatkan negara-negara berkembang pada posisi dilematis. Di satu sisi, kebutuhan energi mendesak demi pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Di sisi lain, ada komitmen global untuk menekan emisi karbon menuju target Net Zero Emission.

Ketergantungan terhadap energi fosil seperti batu bara dan gas bumi di pasar negara berkembang masih tergolong tinggi karena faktor keterjangkauan biaya dan ketersediaan infrastruktur. Oleh karena itu, percepatan investasi pada energi baru dan terbarukan (EBT) serta transfer teknologi dari negara maju menjadi kunci mutlak agar lonjakan konsumsi energi ini tidak mengorbankan stabilitas iklim dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User