Sep 17, 2026
Hukum

Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Jailolo, BMKG Konfirmasi Tidak Berpotensi Tsunami

JAILOLO — Wilayah Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, dikejutkan oleh peristiwa gempa tektonik berkekuatan magnitudo 5,1 pada Kamis (17/9/202

Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Jailolo, BMKG Konfirmasi Tidak Berpotensi Tsunami

JAILOLO — Wilayah Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, dikejutkan oleh peristiwa gempa tektonik berkekuatan magnitudo 5,1 pada Kamis (17/9/2026) siang. Guncangan yang berpusat di wilayah perairan lepas pantai tersebut sempat dirasakan oleh sebagian masyarakat pesisir, kendati otoritas kebencanaan memastikan peristiwa ini tidak memicu ancaman gelombang tsunami.

Berdasarkan data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi (episenter) terdeteksi berada di laut pada jarak 118 kilometer arah barat laut Jailolo. Hasil analisis awal menunjukkan gempa memiliki parameter kedalaman hiposenter menengah, yang merupakan karakteristik aktivitas deformasi batuan di zona subduksi Laut Maluku.

Kronologi dan Parameter Gempa Bumi

Peristiwa kegempaan terjadi secara tiba-tiba di tengah aktivitas harian masyarakat. Berikut urutan pencatatan parameter seismik oleh stasiun pemantau geofisika:

  1. Waktu Kejadian: Gelombang gempa terekam instrumen BMKG pada Kamis siang waktu Indonesia bagian timur (WIT).
  2. Kekuatan Gempa: Magnitudo terukur mencapai M 5,1 setelah proses pemutakhiran data gelombang primer dan sekunder.
  3. Titik Koordinat: Terletak di perairan lepas sebelah barat laut Kota Jailolo, berdekatan dengan zona patahan aktif Laut Maluku.
  4. Analisis Potensi Tsunami: Pemodelan gelombang laut menunjukkan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami di sepanjang garis pantai Maluku Utara maupun Sulawesi Bagian Utara.
"Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Hasil pemodelan matematis memastikan gempa ini tidak memicu anomali muka air laut," ungkap perwakilan tim mitigasi seismologi BMKG dalam keterangan resminya.

Dampak Getaran dan Kondisi di Lapangan

Hingga Kamis sore, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Barat melaporkan belum menerima laporan terkait adanya kerusakan struktural bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa ini. Karakteristik kedalaman gempa membuat rambatan energi terasa dalam intensitas lemah hingga sedang di wilayah daratan.

Meskipun demikian, getaran sempat membuat warga di sejumlah desa pesisir menghentikan aktivitasnya sejenak demi mengantisipasi potensi gempa susulan. Karakter geologis Laut Maluku memang dikenal sebagai salah satu kawasan dengan tingkat seismisitas tertinggi di Indonesia, dipicu oleh pertemuan lempeng Laut Maluku ganda (double subduction).

Langkah Kesiapsiagaan dan Mitigasi

Otoritas setempat mengingatkan warga untuk senantiasa memperbarui pengetahuan mengenai langkah tanggap darurat saat terjadi aktivitas seismik. Beberapa poin keselamatan yang ditekankan BPBD meliputi:

  • Pemeriksaan Bangunan: Memeriksa struktur rumah guna memastikan tidak ada retakan structural yang membahayakan kestabilan dinding pascagempa.
  • Evakuasi Aman: Menghindari berada di dekat tiang listrik, lereng perbukitan terjal, atau pohon besar saat terjadi guncangan.
  • Pemberitaan Resmi: Mengakses seluruh pembaruan informasi melalui kanal terverifikasi milik BMKG atau BPBD setempat guna menghindari kepanikan akibat disinformasi.

BMKG bersama aparat pemerintah daerah terus memantau rekaman seismograf untuk mendeteksi apabila muncul aktivitas gempa susulan (aftershocks) di kawasan tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User