Tim Puslabfor Kembali Olah TKP Kematian Pria di Klinik Kecantikan

JAKARTA, DETIK INI JUGA – Tim Puslabfor Mabes Polri kembali mendatangi lokasi kejadian di kawasan Kebayoran Baru. Investigasi lanjutan ini terkait tewasnya seorang pria bernama Sutrimo di sebuah kli...

Jul 28, 2026 - 03:30
0 1
Tim Puslabfor Kembali Olah TKP Kematian Pria di Klinik Kecantikan

JAKARTA, DETIK INI JUGA – Tim Puslabfor Mabes Polri kembali mendatangi lokasi kejadian di kawasan Kebayoran Baru. Investigasi lanjutan ini terkait tewasnya seorang pria bernama Sutrimo di sebuah klinik kecantikan.

Sumber di kepolisian mengonfirmasi, kedatangan ulang ini untuk mengumpulkan bukti tambahan yang belum terekam pada olah TKP awal. Fokus utama adalah residu zat kimia dan peralatan medis yang diduga berkaitan dengan tindakan malapraktik.

Sasaran Baru Investigasi

Tim gabungan yang tiba pukul 09.30 WIB langsung melakukan penyisiran di ruang perawatan dan laboratorium klinik. Mereka membawa alat pendeteksi spektrometri massa portabel untuk mengidentifikasi sisa cairan dalam tabung dan jarum suntik.

FAKTA TERBARU: Penyidik menemukan sejumlah ampul tanpa label dan catatan resep yang tidak lengkap. Temuan ini memicu kecurigaan adanya penggunaan obat ilegal atau dosis berlebih yang menyebabkan korban kejang hingga meninggal.

Kepala unit identifikasi yang enggan disebutkan identitasnya menyatakan, “Kami tidak bisa gegabah. Setiap sudut ruangan kami periksa ulang untuk melihat kemungkinan yang belum terungkap.”

Kronologi Kematian Korban

Sutrimo, 42 tahun, dilaporkan datang sendiri ke klinik tersebut untuk prosedur estetika non-bedah. Saksi mata menyebutkan, sekitar 30 menit setelah penyuntikan, korban mulai mengeluh sesak napas lalu tidak sadarkan diri. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, nyawanya tidak tertolong.

Pihak keluarga menuntut transparansi. “Kami ingin tahu pasti apa yang disuntikkan ke tubuh saudara kami. Jangan sampai klinik ini hanya ditutup sementara lalu buka lagi,” ujar seorang kerabat yang menemui awak media di depan lokasi.

Pengamanan dan Langkah Hukum

Polisi telah memasang garis kuning di seluruh area klinik. Seluruh karyawan, termasuk dokter dan perawat, dicekal bepergian ke luar kota hingga proses investigasi tuntas. Rekam medis elektronik milik korban sudah dikloning untuk analisis forensik digital.

UPDATE TERAKHIR: Barang bukti baru, berupa alat infus dan sisa cairan dalam botol, langsung dibawa ke laboratorium. Hasil uji toksikologi diperkirakan keluar dalam dua pekan, sementara polisi membuka kemungkinan menetapkan tersangka jika ada unsur kelalaian atau kesengajaan.

Kasus ini menjadi perhatian publik mengingat maraknya klinik kecantikan tanpa pengawasan ketat. Polda Metro Jaya mengimbau warga untuk selalu memeriksa legalitas dan kredibilitas tempat praktik sebelum menjalani prosedur apa pun.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User