KLH Luncurkan Gerakan Tanam Sejuta Mangrove di Hari Bakau 2026

BREAKING — Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menetapkan target penanaman satu juta pohon bakau secara serentak di seluruh pesisir Nusantara, tepat pada peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026. Geraka...

Jul 28, 2026 - 03:30
0 0
KLH Luncurkan Gerakan Tanam Sejuta Mangrove di Hari Bakau 2026

BREAKING — Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menetapkan target penanaman satu juta pohon bakau secara serentak di seluruh pesisir Nusantara, tepat pada peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026. Gerakan massal ini menjadi tonggak baru upaya restorasi ekosistem pesisir nasional.

Skala Kolosal: 364 Hektare, 25 Ribu Relawan

Program raksasa ini akan menggarap lahan seluas 364,11 hektare. Area itu tersebar di puluhan titik kritis mulai dari pantai utara Jawa, pesisir timur Sumatra, hingga kepulauan di Indonesia bagian timur. Untuk merealisasikannya, KLH menghimpun lebih dari 25.000 peserta. Mereka berasal dari kalangan pelajar, pegiat komunitas lingkungan, anggota serikat pekerja, serta warga biasa yang mendaftarkan diri secara sukarela.

Menteri Lingkungan Hidup menyatakan bahwa momentum Hari Mangrove Sedunia tahun ini sengaja dipilih untuk mengerek semangat kolektif. “Kita tidak bisa lagi bergerak sendiri-sendiri. Pesisir kita membutuhkan gerakan akbar yang melibatkan semua elemen,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, beberapa jam lalu.

Mangrove Bukan Sekadar Pohon

Para pegiat lingkungan telah lama menyuarakan bahwa ekosistem bakau adalah perisai alami terhadap abrasi, rob, dan gelombang pasang. Hutan mangrove juga mampu menyimpan karbon tiga hingga lima kali lebih banyak dibanding hutan tropis daratan. Namun, Indonesia kehilangan sekitar 40 persen hutan bakaunya dalam tiga dekade terakhir akibat alih fungsi lahan menjadi tambak, permukiman, dan industri.

KLH menegaskan bahwa aksi tanam sejuta mangrove bukan sekadar seremoni. Sebuah sistem pemantauan berbasis citra satelit dan partisipasi warga akan dibangun untuk memastikan bibit yang ditanam tumbuh dan membentuk tegakan baru. Tiap lokasi akan memiliki penanggung jawab lapangan dari gabungan penyuluh kehutanan, kelompok tani nelayan, dan mahasiswa pencinta alam.

Partisipasi Publik Dibuka Lebar

Bagi masyarakat yang ingin ambil bagian, pendaftaran dibuka melalui situs resmi KLH dan aplikasi mitra. Peserta akan mendapatkan bibit unggul, pelatihan singkat teknik penanaman, serta sertifikat kontribusi digital. Pihak kementerian menargetkan separuh peserta merupakan generasi muda agar tercipta kader penjaga pesisir jangka panjang.

Serikat pekerja dan perusahaan swasta turut menyatakan dukungan. Sejumlah korporasi besar berkomitmen mengerahkan karyawan sebagai relawan dan menyediakan dana operasional. Dukungan ini diharapkan mempercepat capaian target luas tanam yang memecahkan rekor sebelumnya.

Dengan waktu kurang dari tiga minggu menjelang puncak acara pada 26 Juli 2026, KLH optimistis gerakan ini akan menuai perubahan nyata. Keberhasilan program sejuta mangrove bisa menjadi model kolaborasi multipihak yang direplikasi setiap tahun, mengembalikan hijau sabuk pantai Nusantara yang kian menipis.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User