Sep 02, 2026
breaking

Pramono Anung: Gerakan Pilah Sampah Kurangi Timbulan 500 Ton di Bantargebang

BREAKING – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengklaim gerakan pemilahan sampah berhasil memangkas limbah yang masuk ke TPA Bantargebang hingga 500 ton per hari. Angka ini disebut sebagai penurunan...

Pramono Anung: Gerakan Pilah Sampah Kurangi Timbulan 500 Ton di Bantargebang

BREAKING – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengklaim gerakan pemilahan sampah berhasil memangkas limbah yang masuk ke TPA Bantargebang hingga 500 ton per hari. Angka ini disebut sebagai penurunan signifikan pertama dalam lima tahun terakhir.

"Ini bukan angka biasa. Kita bicara tentang pengurangan 500 ton sampah yang tidak lagi menumpuk di Bantargebang setiap 24 jam," tegas Pramono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Angka Penurunan yang Signifikan

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, rata-rata sampah yang masuk ke TPA Bantargebang sebelumnya mencapai 7.500 ton per hari. Setelah gerakan pilah sampah digencarkan sejak awal tahun, angkanya turun menjadi sekitar 7.000 ton per hari.

Pramono menjelaskan, penurunan ini bukan hasil dari kebijakan pembatasan. Melainkan murni dari kesadaran masyarakat memisahkan sampah sejak dari rumah.

  • 500 ton sampah berkurang per hari dari TPA Bantargebang
  • 7.500 ton rata-rata sampah harian yang masuk sebelumnya
  • 7.000 ton estimasi sampah harian setelah gerakan pilah diterapkan
  • 1.500 ton pengurangan per bulan jika dihitung kumulatif

Bagaimana Gerakan Ini Berjalan

Sejak Januari lalu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggaungkan gerakan "Pilah dari Rumah". Masyarakat diminta memisahkan sampah organik, anorganik, dan residu sejak di sumber.

Satgas sampah gabungan dari camat dan lurah diterjunkan ke lapangan. Mereka melakukan sosialisasi door-to-door ke Permukiman padat penduduk.

"Kami tidak hanya menyosialisasi. Tim kami juga membantu warga menyiapkan tempat sampah terpisah di rumah mereka," jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI.

Bank sampah yang tersebar di 267 kelurahan menjadi ujung tombak gerakan ini. Setiap hari, warga menukar sampah anorganik dengan uang atau kebutuhan pokok.

Dampak Langsung ke Bantargebang

TPA Bantargebang selama ini menjadi beban besar bagi warga sekitar. Bau tidak sedap dan polusi lindi menjadi keluhan utama. Dengan berkurangnya sampah masuk, kondisi ini mulai membaik.

Pramono menegaskan, pengurangan 500 ton per hari bukan akhir target. Pemerintah provinsi menargetkan penurunan hingga 1.500 ton per hari pada akhir tahun ini.

"Kita masih punya ruang untuk menurunkan lebih banyak. Kuncinya hanya satu: kesadaran masyarakat memisahkan sampah," tegas Pramono.

Evaluasi dan Rencana ke Depan

Pemprov DKI kini tengah mengevaluasi efektivitas program. Tim terpadu dibentuk untuk mengaudit data di tingkat rw dan kelurahan.

Beberapa tantangan masih muncul di lapangan. Di beberapa wilayah, edukasi belum merata. Warga masih mencampur sampah meski sudah ada imbauan.

Pramono optimistis angka penurunan bisa terus naik. Ia meminta jajarannya tidak kendur sosialisasi.

"Masyarakat Jakarta sudah mulai memahami. Mereka tahu sampah yang mereka pilah itu dampaknya nyata ke Bantargebang," katanya.

Reaksi Warga Sekitar Bantargebang

Warga sekitar TPA menyambut positif penurunan ini. Aroma yang selama ini mengganggu hidung mulai berkurang.

"Dulu kalau pagi bau sekali. Sekarang sudah lebih baik. Semoga terus berkurang," kata Susiati, warga Kelurahan Bantargebang.

Ia berharap pemerintah tidak hanya mengurangi sampah. Tapi juga mempercepat proses daur ulang di tempat pemrosesan akhir.

UPDATE: Dinas Lingkungan Hidup DKI akan merilis data rinci penurunan sampah per kecamatan pada minggu depan. Angka 500 ton per hari masih bersifat estimasi berdasarkan sampling di titik masuk TPA.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User