Sep 17, 2026
Hukum

Tiga Wisudawan Terbaik UIN Jakarta Suarakan Pesan Damai untuk Papua

TANGERANG SELATAN — Suasana khidmat menyelimuti gelaran Sidang Terbuka Senat dalam rangka Wisuda ke-141 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang diselenggaraka

Tiga Wisudawan Terbaik UIN Jakarta Suarakan Pesan Damai untuk Papua

TANGERANG SELATAN — Suasana khidmat menyelimuti gelaran Sidang Terbuka Senat dalam rangka Wisuda ke-141 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang diselenggarakan di Auditorium Utama Harun Nasution, Ciputat. Di tengah momentum sakral pelantikan ribuan sarjana baru tersebut, panggung akademik bertransformasi menjadi ruang kepedulian sosial ketika tiga wisudawan terbaik memanfaatkan kesempatan orasi untuk menyuarakan pesan perdamaian dan keadilan kemanusiaan bagi masyarakat Papua.

Aksi moral yang disampaikan oleh para lulusan berprestasi ini langsung menyita perhatian ribuan hadirin, jajaran guru besar, serta tamu undangan. Mereka menegaskan bahwa capaian gelar akademik tidak boleh terlepas dari kepekaan terhadap persoalan kebangsaan, khususnya penyelesaian konflik dan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat di wilayah timur Indonesia secara damai dan bermartabat.

Kronologi Orasi Damai di Panggung Wisuda ke-141

Penyampaian aspirasi kemanusiaan tersebut berlangsung secara tertib dan sarat makna di sela-sela prosesi wisuda. Berikut adalah tahapan rangkaian acara yang berlangsung:

  1. Pukul 08.30 WIB: Rektor beserta jajaran Senat Universitas membuka secara resmi Sidang Terbuka Wisuda ke-141.
  2. Pukul 10.00 WIB: Pembacaan nama-nama lulusan terbaik dari masing-masing fakultas dan program studi oleh pihak rektorat.
  3. Pukul 10.45 WIB: Tiga wisudawan terbaik naik ke atas mimbar untuk menerima penghargaan sekaligus menyampaikan pidato representasi wisudawan.
  4. Pukul 11.00 WIB: Penyampaian seruan terbuka yang menyoroti pentingnya pendekatan humanis, dialog dialogis, dan pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat Papua.

Pesan Kemanusiaan dan Solidaritas Kebangsaan

Dalam orasi bersamanya, para lulusan terbaik menekankan bahwa integrasi bangsa hanya dapat dirawat dengan mengedepankan rasa keadilan, empati, dan penghentian segala bentuk kekerasan. Mereka menilai generasi muda berpendidikan memikul tanggung jawab moral untuk terus mengawal isu-isu kemanusiaan yang menimpa saudara sebangsa di Bumi Cenderawasih.

"Gelar sarjana yang kami raih hari ini adalah amanah untuk memperjuangkan keadilan sosial. Suara perdamaian untuk Papua adalah panggilan kemanusiaan yang tidak boleh diabaikan demi terwujudnya Indonesia yang adil dan inklusif," tegas perwakilan wisudawan di hadapan senat universitas.

Poin-poin utama yang ditekankan dalam seruan perdamaian tersebut meliputi:

  • Pendekatan Humanis: Mendorong penyelesaian setiap dinamika sosial di Papua melalui dialog terbuka dan nir-kekerasan.
  • Pemerataan Hak Pendidikan: Menuntut akses pendidikan berkualitas yang setara dan merata bagi generasi muda di pelosok Papua.
  • Perlindungan Hak Sipil: Memastikan keselamatan, kenyamanan, dan ruang hidup masyarakat adat terlindungi secara penuh oleh negara.

Apresiasi dan Komitmen Akademisi

Aksi reflektif para wisudawan ini mendapat sambutan positif dari pimpinan universitas. Pihak kampus menilai bahwa keberanian lulusan dalam menyuarakan isu perdamaian membuktikan bahwa nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan telah terinternalisasi dengan baik dalam diri para sarjana. Kampus diharapkan tetap menjadi lokomotif pemikiran kritis yang senantiasa berpihak pada nilai-nilai persatuan dan kemanusiaan universal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User