Tiga Pekerja Tewas di Gorong-gorong Jaktim, Saksi Cium Bau Menyengat
BARU SAJA – Tiga pekerja ditemukan tewas di dalam gorong-gorong wilayah Jakarta Timur, Jumat siang. Saksi mata melaporkan bau menyengat yang diduga berasal dari gas berbahaya menyelimuti lokasi keja...
BARU SAJA – Tiga pekerja ditemukan tewas di dalam gorong-gorong wilayah Jakarta Timur, Jumat siang. Saksi mata melaporkan bau menyengat yang diduga berasal dari gas berbahaya menyelimuti lokasi kejadian. Tim evakuasi langsung diterjunkan begitu laporan darurat diterima.
Kronologi Singkat
Kejadian bermula saat tiga pekerja melakukan perawatan rutin di saluran bawah tanah. Beberapa saat setelah mereka turun, rekan di atas kehilangan kontak. Bau tajam seperti telur busuk langsung tercium, membuat tiga orang lain yang bersiap menyusul mundur dan menghubungi petugas.
- Lokasi: gorong-gorong di kawasan padat penduduk Jakarta Timur.
- Warga sekitar sudah mencium aroma aneh sejak pagi, namun mengira biasa.
- Korban diduga kuat menghirup gas beracun dalam konsentrasi tinggi.
Evakuasi dan Respons Darurat
Petugas pemadam kebakaran dan tim Hazmat tiba 15 menit setelah panggilan darurat. Proses evakuasi memakan waktu hampir satu jam karena kondisi dalam gorong-gorong minim oksigen dan dipenuhi gas yang belum teridentifikasi. Ketiga korban—yang seluruhnya warga lokal—dievakuasi dalam keadaan tidak bernyawa. Tidak ada tanda-tanda kekerasan, memperkuat dugaan keracunan gas.
Kepala sektor pemadam menyatakan, “Kami mendeteksi kadar hidrogen sulfida sangat tinggi di titik kejadian. Gas itu muncul dari dekomposisi limbah dan langsung melumpuhkan fungsi pernapasan.” Seluruh area langsung disterilkan dan diberi garis pembatas.
Investigasi dan Langkah Siaga
Polres Jakarta Timur telah memeriksa empat saksi, termasuk mandor proyek dan warga yang pertama kali mencium bau menyengat. Olah tempat kejadian perkara masih berlangsung untuk memastikan tidak ada pelanggaran prosedur keselamatan kerja. Alat pelindung diri yang dipakai korban diduga tidak memadai untuk paparan gas ekstrem.
Dinas Lingkungan Hidup turut mengambil sampel udara dan air dari gorong-gorong. Hasil awal dipublikasikan paling cepat tiga hari mendatang. Sementara itu, warga sekitar diimbau tidak mendekati atau membuka penutup saluran di radius 200 meter dari lokasi.
- Tiga korban dinyatakan meninggal di tempat oleh tim medis.
- Gas utama yang dicurigai: hidrogen sulfida (H₂S) dan metana.
- Belum ada titik evakuasi tambahan, namun status siaga satu diterapkan.
Pengakuan Saksi
Seorang pedagang kaki lima yang berjualan 20 meter dari lokasi mengaku mencium bau tidak biasa sejak subuh. “Seperti bangkai bercampur belerang, bikin pusing. Saya kira dari sampah, ternyata dari bawah,” ujarnya kepada petugas. Ia melihat korban masuk tanpa masker tebal, hanya penutup kain biasa.
Kejadian ini menjadi peringatan keras tentang risiko kerja di ruang terbatas. Pemerintah kota diharapkan segera memperketat pengawasan proyek infrastruktur bawah tanah. Pemakaman korban akan difasilitasi oleh pihak kontraktor setelah proses autopsi selesai.
UPDATE: Kepala Dinas Tenaga Kerja akan menggelar konferensi pers sore ini pukul 16.00 WIB. Breaking News ini akan terus diperbarui seiring perkembangan di lapangan.
Baca juga:
Comments (0)