Tiga Pekerja Tewas di Gorong-gorong Cipayung, Garis Polisi Dipasang
BREAKING NEWS — Tiga orang pekerja tewas seketika dalam kecelakaan kerja di gorong-gorong kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, pada Jumat siang (11/7/2026). Aparat kepolisian bergerak cepat ...
BREAKING NEWS — Tiga orang pekerja tewas seketika dalam kecelakaan kerja di gorong-gorong kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, pada Jumat siang (11/7/2026). Aparat kepolisian bergerak cepat mengamankan lokasi dan memasang garis polisi.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan saksi mata dan petugas di lapangan, insiden nahas tersebut terjadi saat ketiga korban tengah melakukan aktivitas pemeliharaan di dalam saluran air bawah tanah. Mereka diduga masuk ke gorong-gorong pada pagi hari tanpa kendala berarti. Namun, tak lama berselang, warga sekitar mendengar teriakan lemah dari arah lubang gorong-gorong dan segera melapor ke pihak berwenang.
"Saya lihat mereka masuk bertiga. Tidak lama kemudian seperti ada suara minta tolong," ujar Heru, warga RT 03 yang bermukim tak jauh dari lokasi kejadian. Tim SAR dan pemadam kebakaran diterjunkan segera setelah laporan diterima.
Evakuasi Dramatis
Proses evakuasi berlangsung cukup dramatis. Kondisi gorong-gorong yang sempit, gelap, dan minim oksigen menjadi tantangan bagi tim penyelamat. Dengan peralatan penerangan dan alat bantu pernapasan, petugas harus bergantian masuk untuk menjangkau posisi korban yang tergeletak di dasar saluran. Setelah hampir dua jam berjuang, ketiga jenazah berhasil diangkat dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati guna keperluan visum et repertum.
Garis Polisi Terpasang
Pantauan di lokasi menunjukkan garis polisi berwarna kuning telah terpasang mengelilingi area mulut gorong-gorong dan sekitarnya. Petugas Polsek Cipayung bersama Tim Inafis Polres Metro Jakarta Timur melakukan olah tempat kejadian perkara dengan teliti. Kapolsek Cipayung saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut dan mengatakan pihaknya masih mendalami penyebab pasti kecelakaan. "Kami mengumpulkan keterangan saksi dan bukti-bukti, termasuk memeriksa prosedur kerja yang diterapkan," ujarnya singkat.
Dugaan Sementara
Meski hasil resmi belum dirilis, dugaan kuat mengarah pada keracunan gas berbahaya atau kehabisan oksigen di dalam gorong-gorong yang minim ventilasi. Kondisi ini sering menjadi ancaman bagi pekerja yang tidak dibekali alat pelindung diri memadai. Warga sekitar pun mengaku jarang melihat para pekerja menggunakan masker atau alat bantu pernapasan. "Biasanya hanya pakai sepatu bot," kata Tarman, warga lain.
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta dijadwalkan turun tangan menyelidiki penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada proyek tersebut. Hingga saat ini, identitas ketiga korban masih dirahasiakan sambil menunggu konfirmasi dari pihak keluarga. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki area TKP selama proses penyelidikan berlangsung. Perkembangan terkini akan terus diperbarui.
Comments (0)