Ansar Ahmad: Profil dan Kinerja Gubernur Kepulauan Riau

Ansar Ahmad: Profil dan Kinerja Gubernur Kepulauan Riau

Jul 12, 2026 - 04:30
Updated: 5 hours ago
0 0
Ansar Ahmad: Profil dan Kinerja Gubernur Kepulauan Riau

Profil Singkat

Ansar Ahmad lahir di Tanjungpinang, 10 April 1964. Ia adalah Gubernur Kepulauan Riau periode 2021–2024 yang kemudian terpilih kembali untuk masa jabatan 2025–2030. Ansar merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan sebelumnya menjabat sebagai Bupati Bintan selama dua periode. Kepemimpinannya identik dengan gaya birokratis-tenang dan fokus pada pengembangan ekonomi maritim serta infrastruktur perbatasan. Pada Pilkada 2024, Ansar kembali memenangkan kontestasi politik Kepri dengan dukungan koalisi besar, mengalahkan beberapa penantang kunci.

“Kepri harus menjadi gerbang Indonesia yang maju dan berdaya saing tinggi, bukan sekadar transit.” — Ansar Ahmad, Januari 2026.

Karier dan Riwayat Jabatan

Perjalanan politik Ansar Ahmad dimulai dari birokrat daerah sebelum akhirnya terjun ke politik praktis. Berikut tonggak utama kariernya:

  • 2001–2006: Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan.
  • 2006–2016: Bupati Bintan dua periode. Ia membangun fondasi pariwisata Lagoi dan kawasan industri Galang Batang.
  • 2017–2021: Padat karya politik di struktur partai sebagai Ketua DPD PDI-P Kepri.
  • 2021–2024: Gubernur Kepulauan Riau periode pertama. Fokus pada pemulihan ekonomi pasca-pandemi.
  • 2025–sekarang: Gubernur Kepri masa jabatan kedua. Mengusung visi “Kepri Makmur Berkelanjutan 2030”.

Kinerja dan Program Unggulan

Data per Juni 2026 menunjukkan sejumlah capaian dan program prioritas yang menjadi sorotan:

  • Penurunan Kemiskinan Ekstrem: Angka kemiskinan Kepri turun menjadi 4,89% di awal 2026, terendah sepanjang sejarah provinsi ini. Program Bantuan Pangan Maritim dan subsidi transportasi antarpulau menjadi katalis utama.
  • Transformasi Digital Layanan Publik: Peluncuran Kepri Satu Data dan aplikasi layanan terpadu yang memangkas perizinan dari 45 hari menjadi rata-rata 7 hari kerja.
  • Pertumbuhan Ekonomi Inklusif: PDRB Kepri tumbuh 5,8% pada triwulan I 2026, ditopang oleh rebound sektor pariwisata dan investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam-Bintan-Karimun.
  • Pembangunan Jembatan Batam-Bintan: Proyek strategis nasional senilai Rp14,7 triliun ini memasuki tahap konstruksi fisik pada akhir 2025, ditargetkan rampung 2029. Proyek ini menjadi legasi infrastruktur terbesar Ansar.
  • Pendidikan Vokasi Maritim: Pembangunan 12 SMK Kelautan baru di pulau-pulau terdepan untuk mencetak tenaga kerja siap pakai di sektor galangan kapal dan logistik.
  • Kesehatan & Stunting: Angka stunting berhasil ditekan dari 17,6% (2022) menjadi 10,2% pada awal 2026 melalui intervensi spesifik gizi dan sanitasi di Natuna-Anambas.

Tantangan dan Harapan

Meski mencatatkan kinerja positif, masa jabatan kedua Ansar tidak bebas dari ganjalan. Tekanan fiskal akibat DAU yang fluktuatif dan mahalnya logistik kepulauan tetap menjadi hambatan struktural. Pada 2026, Pemprov Kepri juga menghadapi sorotan terkait alih fungsi lahan di Batam yang berpotensi mengurangi 12% area resapan air. LSM lingkungan mendesak moratorium ketat dan revisi RTRW yang lebih hijau. Di sisi politik, hubungan dengan DPRD relatif stabil, meski ada resistensi di awal pengesahan Perda RTRW yang baru. Harapan publik tersandera pada realisasi penuh Jembatan Batam-Bintan dan pemerataan ekonomi di pulau terluar — dua warisan yang akan menentukan penilaian akhir atas kepemimpinan Ansar Ahmad.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User